Cara Bijak Menjadi Kaya

Siapakah yang paling kaya di antara tiga profesi dalam gambar di bawah ini, apakah seorang karyawan, profesional atau seorang pengusaha? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh perencana keuangan ternama, Safir Senduk, kepada para blogger yang hadir dalam seminar bertajuk “Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak” pada tanggal 01 Agustus 2015 di Cafe XXI Plaza Indonesia, Jakarta.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh PT Sun Life Financial Indonesia, perusahaan asuransi berbasis di Toronto, Kanada dan berdiri sejak tahun 1865. Di Indonesia sendiri, perusahaan yang punya reputasi internasional dan telah meraih banyak penghargaan ini beroperasi sejak tahun 1995.

sunlife

Banyak blogger yang menjawab bahwa yang paling kaya adalah profesional, banyak pula yang menjawab pengusaha. Yang agak sedikit adalah yang menjawab karyawan.

Saya pribadi cenderung menjawab bahwa yang paling kaya adalah pengusaha, kemudian profesional dan terakhir adalah karyawan. Mungkin karena pengalaman pribadi, sudah puluhan tahun jadi karyawan, tetapi belum kaya-kaya, hehe…

Seperti saya, ternyata banyak juga orang yang terjebak dalam pemikiran bahwa kekayaan seseorang itu terkait dengan profesi yang dia geluti. Semakin tinggi nilai profesi yang ia tekuni, akan semakin tinggi pula kekayaan yang akan diperoleh.

Pandangan tersebut menurut Safir Senduk tidak benar. Setiap orang dari profesi manapun bisa menjadi kaya asal dia bijak mengelola keuangan.  Seorang karyawan, profesional atau pengusaha yang punya penghasilan besar tidak otomatis menjadikan mereka menjadi orang kaya jika pengeluarannya juga sama atau lebih besar dari penghasilan yang didapatkan.

Sebaliknya, Penulis buku “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?“ ini memberi contoh seorang karyawan yang bergaji 5 juta perbulan, bisa disebut kaya jika dia tidak menghabiskan seluruh penghasilan yang didapatkannya. Dia masih bisa menyisihkan sebagian pendapatannya untuk investasi dan menabung.

Pendek kata, semua orang bisa menjadi kaya jika dia bijak mengelola arus keluar masuk uang (cashflow). Pengeluarannya tidak lebih besar dari penghasilannya atau dalam peri bahasa populernya tidak lebih besar pasak daripada tiang.

Tiga Macam Cashflow

Dalam soal pengelolaan cashflow, Safir Senduk membagi menjadi tiga golongan. Yang pertama adalah golongan miskin, yang masuk dalam golongan ini adalah orang-orang yang pengeluarannya sama dengan penghasilannya. Penghasilan 5 juta rupiah sebulan juga habis dalam sebulan.

Yang kedua adalah golongan menengah, mereka adalah orang yang masih bisa menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membeli barang-barang konsumtif. Penghasilan 5 juta rupiah sebulan, 3,5 juta untuk pengeluaran rutin, 1,5 juta untuk membeli gadget, fashion, kuliner dan lain-lain.

Yang ketiga adalah golongan kaya, disamping untuk pengeluaran rutin dan membeli barang konsumsi mereka juga bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk diinvestasikan dalam aset atau harta produktif. Misal, penghasilan 5 juta rupiah sebulan, untuk barang konsumtif 1,5 juta, 2,5 juta untuk pengeluaran rutin dan 1 juta untuk dana pendidikan, reksadana, emas, saham atau bentuk investasi lainnya.

Ukuran Kaya adalah Investasi

Kekayaan sesorang tidak bisa diukur dengan besarnya penghasilan yang didapat atau seberapa tinggi jabatan yang dia punya. Juga tidak bisa diukur dengan banyaknya barang konsumtif yang dimiliki. Kekayaan seseorang itu bisa diukur dengan seberapa banyak dia memiliki investasi.

sunlife2

Safir Senduk memberikan tiga tip mudah agar setiap kita dapat melakukan investasi. Tip pertama adalah memiliki investasi sebanyak mungkin. Banyak orang beranggapan jika kita mempunyai gaji besar maka kita akan sejahtera. Dalam masalah perencanaan keuangan, anggapan ini bisa menjadi masalah karena ketika kita tidak bekerja lagi, maka secara otomatis penghasilan kita juga akan berhenti.

Cara bijak untuk mengatasi masalah tersebut adalah saat kita masih menjadi orang gajian kita harus menginvestasikan sebagian gaji kita pada aset atau harta produktif. Harapannya, jika suatu saat tidak bergaji lagi, aset itulah yang akan menjadi sumber penghasilan kita.

Tip kedua adalah menyiapkan dana masa depan. Masa depan adalah sesuatu yang bisa dikelola dari sekarang, salah satu caranya adalah dengan mempersiapkan dana untuk pos pengeluaran besar untuk masa depan. Beberapa pos yang harus disiapkan untuk masa depan antara lain adalah biaya nikah bagi mereka yang masih single, rumah beserta isinya, biaya sekolah anak dan biaya untuk masa pensiun.

Khusus untuk pensiun, juga perlu mendapat perhatian khusus karena pada saat itu rata-rata kita sudah tidak produktif lagi. Beberapa rencana yang bisa disiapkan untuk menyambut masa tersebut adalah dengan membuka bisnis sendiri, mempunyai properti yang bisa disewakan atau investasi surat berharga.

Tip ketiga yang tidak kalah penting adalah dengan mengatur pengeluaran. Safir Senduk memberikan beberapa cara agar kita bijak mengatur pengeluaran antara lain dengan mengidentifikasi letak keborosan kita, mengendalikan keinginan kita, melakukan prioritas pada pengeluaran kita, mewaspadai sale dan memiliki asuransi untuk jaga-jaga.

Dengan cara mengidentifikasi letak keborosan, kita akan tahu pos mana yang selama ini menguras kantong kita, apakah apakah pada gadget, fashion, kuliner, kendaraan atau yang lainnya. Setelah tahu kita bisa mengurangi perilaku boros ini secara bertahap.

Dengan cara mengendalikan keinginan, kita dapat membedakan mana yang merupakan kewajiban, kebutuhan atau hanya sekedar keinginan yang sifatnya tak terbatas.

Dengan cara melakukan prioritas pada pengeluaran, kita bisa mengelola pengeluaran dengan bijak. Panduan sederhananya adalah 30 persen untuk cicilan (bisa 40 persen jika punya cicilan rumah), 10 persen investasi dan tabungan, 10 persen premi asuransi dan 50 persen biaya hidup.

Dengan mewaspadai sale yang banyak ditawarkan setiap saat kita tidak akan mudah tergoda dengan berbagai sale yang ada. Hati-hati, tidak semua sale merupakan sale beneran.

Sementara dengan memiliki asuransi kita juga berjaga-jaga untuk bisa mengendalikan pengeluaran kita. Asuransi ibarat payung, payung tidak menjamin hujan akan turun, tetapi menjamin kita tidak akan basah jika hujan tiba. Dengan asuransi kita bisa mengalihkan pengeluaran yang harusnya kita bayarkan kepada pihak lain.

Asuransi ibarat payung

Bijak Berinvestasi

Untuk bisa menjadi kaya, kita juga harus bijak berinvestasi. Untuk saat ini ada tiga jenis investasi yang punya nilai lebih dibanding investasi lainnya, yaitu saham, investasi melalui manajer investasi dan real estate.

Dengan investasi melalui saham, kita memiliki sebuah bisnis tanpa ikut membangun dan terlibat dalam pengelolaannya. Keuntungan yang didapat dari saham ini adalah deviden dan capital gain. Deviden adalah sebagian laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham, sementara capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga saham. Safir Senduk menyarankan agar kita lebih memprioritaskan perolehan deviden daripada capital gain dalam soal saham ini karena itu kita harus memilih saham-saham dari perusahaan yang sudah teruji.

Disamping saham, kita juga bisa melakukan investasi melalui manajer investasi, produknya adalah reksadana di perusahaan asset management dan unit link di perusahaan asuransi. Reksadana dan unit link banyak dijual di perbankan.

Untuk berinvestasi melalui manajer investasi ini kita juga harus bijak, sejauh mana reputasi perusahaan tersebut, siapa yang berada di belakangnya dan track record serta prestasi yang telah diperoleh selama ini.

Investasi lain yang dianjurkan adalah di bidang real estate. Jika kita tidak berpengalaman di bidang jual beli properti, maka dianjurkan untuk disewakan saja, meskipun kecil tetapi kita bisa mendapatkan penghasilan secara kontinyu. Sementara jual beli di bidang properti banyak lika-likunya, jika tidak memahami, malah bisa rugi.

Termasuk cara bijak berinvestasi adalah menghindari investasi bodong. Beberapa ciri yang melekat pada investasi bodong antara lain adalah menawarkan bunga sangat tinggi, memberikan janji cash bulanan, menjamin tak akan rugi, bonus member baru dan skema bisnis yang tidak masuk akal.

Meningkatkan Literasi Keuangan

Seminar “Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak” merupakan salah satu cara PT Sun Life Financial Indonesia untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya para blogger. Acara serupa sebelumnya juga pernah digelar untuk kalangan mahasiswa, pelajar dan ibu-ibu.

sunlife5

Mengapa para blogger perlu dilibatkan ? Ibu Elin Waty, Direktur dan Chief Distribution Officer PT Sun Life Financial Indonesia, memandang para blogger punya peran yang strategis dalam penyebaran ide-ide mengenai cara mengelola uang dengan bijak. Para blogger bisa merubah wajah Indonesia menjadi lebih baik karena ide dan tulisan mereka yang tersebar di internet dapat dibaca kapan saja dan dimana saja dengan cara mudah dan murah.

PT Sun Life Financial Indonesia kini tengah gencar membuka kantor cabangnya di kota-kota menengah di seluruh Indonesia. Perusahaan yang tahun ini memasuki usia yang ke-150 tahun ini kini mempunyai 89 kantor pemasaran konvensional dan 40 kantor pemasaran syariah di 56 kota di Indonesia.

Misi dari pembukaan kantor-kantor cabang tersebut adalah untuk membantu masyarakat luas, terutama para nasabahnya, mencapai kesejahteraan melalui kemapanan finansial.

Hal ini akan terwujud jika seluruh lapisan masyarakat bijak dalam mengelola keuangan mereka. Semoga!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: