Alumni MTs Bani H. Abdul Rosyid Ngadirejo, Apa Kabar ?

Gedung MTs Bani H. Abdul Rosyid yang anggun dan megah (foto http://mtsbhar.wordpress.com)

Bangunan tersebut masih terlihat seperti dulu ketika saya meninggalkannya 29 tahun lalu, kokoh dan megah. Hanya gentingnya saja yang kini tampak tua, lapuk dimakan usia. Selain itu, ada sedikit perubahan pada warna cat yang menghiasi dinding bangunan. Dulu, kalau tidak salah berwarna hijau muda, kini berubah lebih cerah menjadi coklat muda. Pada dinding bagian depan, kini juga terpampang nama madrasah tersebut, MTs (Madrasah Tsanawiyah) Bani Haji Abdul Rosyid Ngempon Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah.

Tahun 1980-1983 saya pernah tercatat menjadi siswa di madrasah ini. Saya adalah angkatan ketiga yang lulus dari madrasah ini. Angkatan pertama yang lulus tahun 1981 adalah angkatannya Pak M. Rofiq, yang sekarang menjadi kepala madrasah. Angkatan kedua adalah angkatan kakak saya, Mbak Zinatul Hayat,  yang sekarang tinggal di Kalimantan. Sebelum menjadi MTs, sekolah tersebut bernama PGA (Pendidikan Guru Agama).

Selain saya dan mbak saya, tiga adik perempuan saya semuanya juga lulusan dari madrasah ini. Orang tua saya termasuk sangat fanatik menyekolahkan anak ke madrasah hingga setingkat Aliyah (SMA). Bagi beliau, pendidikan dari tingkat dasar sampai SMA adalah dasar yang harus dibangun dengan kuat dan beliau memilihkan kami untuk yang dasar ini adalah sekolah di madrasah, setelah itu silahkan memilih jurusan sesuai dengan minat masing-masing.

Di angkatan I waktu itu dua nama Rofiq, yang satu dari Rofiq dari Ngaren, satunya lagi Rofiq dari Rejosari. Keduanya jago dalam mata pelajaran bahasa Arab dan mata pelajaran agama lainnya. Pak Rofiq Ngaren yang sekarang menjadi kepala madrasah, rajin mencatat mufrodat (daftar kata-kata) baru dalam pelajaran bahasa Arab dan menyusunnya dalam buku yang mirip sebuah kamus. Saya pernah meminjam buku tersebut dan menyalinnya dalam buku catatan saya. Kaligrafi (khat) Arabnya juga cukup bagus seperti tulis seorang kaligrafer profesional.

Bahasa Arab, termasuk pelajaran unggulan di madrasah ini. Kurikulum dan pengajarannya  menggunakan metode yang diterapkan di Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Kebetulan guru Bahasa Arab kami, Pak Syarifudin, adalah alumnus pondok pesantren modern tersebut. Tahu kan kualitas Pondok Gontor yang telah melahirkan banyak orang hebat di republik ini ?

Mencatat setiap kata baru dalam sebuah buku adalah termasuk salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan cara ini memang terbukti sangat efektif. Setiap kali ujian Bahasa Arab, siswa madrasah ini selalu mendapat nilai tinggi. Bahkan ketika melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, kemampuannya juga cukup diakui. Sisa-sisa Bahasa Arab yang masih saya ingat sebagian besar juga saya dapat di madrasah ini.

Jumlah Siswa Minim dan Masa Depan Madrasah

Jumlah siswa satu angkatan saya kalau tidak salah ada 14 siswa. Sebagian besar berasal dari desa-desa di luar kecamatan Ngadirejo, ada yang dari Senet dan Simbang (Kec Tretep), Ketitang dan Ndukuh (Kec  Jumo) serta Bantir (Kec Jumo).

Jarak rumah teman-teman saya ke sekolah rata-rata cukup jauh, ada yang berjarak 5 km, 10 km bahkan ada yang lebih dari 30 km. Mereka ada yang berangkat dengan jalan kaki, ada yang naik sepeda ontel, ada juga  yang naik angkot. Sebuah semangat dan perjuangan yang luar biasa untuk dapat menuntut ilmu.

Siswa dari kecamatan Ngadirejo sendiri jumlahnya sangat sedikit. Saat itu, orang banyak masih memandang sebelah mata terhadap madrasah. Mereka menganggap lulusan madrasah masa depannya akan suram, paling-paling hanya akan menjadi modin dan tukang baca doa. Saat itu orang tua akan sangat bangga jika anaknya bisa masuk sekolah negeri atau sekolah lainnya, asal jangan di madrasah.

Setiap tahun ajaran baru, para guru di MTs ini selalu dihantui perasaan was-was, apakah masih ada orang tua yang mau menitipkan anak-anak mereka untuk dididik di madrasah atau tidak. Kalau tidak lagi diminati, maka mereka siap menutup madrasah tersebut. Hal seperti ini sudah terjadi pada jenjang pendidikan madrasah di bawahnya, yaitu madrasah ibtidaiyah (MI). Di wilayah kecamatan Ngadirejo banyak MI yang mati karena tidak ada lagi peminatnya, termasuk MI Manggong tempat saya bersekolah dan MI Ngadirejo.

Termasuk tahun tersulit dalam perjalanan madrasah ini mungkin adalah tahun 1991. Waktu itu jumlah pendaftar sangat sedikit. Umi Farida, adik saya yang paling bungsu, sempat disuruh Pak M. Yasin untuk mendaftar ke MTs Negeri Manden karena jika jumlah murid yang terdaftar kurang dari 10, kemungkinan madrasah tersebut akan ditutup.

Alhamdulillah, sampai detik terakhir, akhirnya tercapai juga jumlah 10 siswa, artinya proses belajar dan mengajar di madrasah tetap berlangsung, meskipun dengan terseok-seok. Sampai lulus di kelas 3, jumlah siswa yang bertahan di angkatan tersebut tinggal 5 anak.

Alhamdulillah, ternyata madrasah yang kita cintai ini sampai sekarang masih berdiri dengan tegak. Para siswanya yang saat ini berjumlah 152 anak dan terbagi dalam 6 kelas rombongan belajar tetap bersemangat belajar untuk mempersiapkan masa depan mereka. Demikian juga guru-guru dan pengurus sekolah, mereka masih punya tekad yang kuat untuk mempertahankan dan mengembangkan lembaga pendidikan ini

Kita semua tentu berharap MTs yang kita cintai ini akan semakin maju dari waktu ke waktu. Kita tentu juga ingin suatu saat madrasah kita ini bisa menjadi madrasah unggulan dan menjadi pilihan para orang tua untuk pendidikan anak-anaknya di wilayah Ngadirejo atau bahkan Temanggung.

Gemblengan Para Guru

Bisa bertahannya madrasah kita lebih dari tiga dekade ini, tentu tak lepas dari perjuangan para pendiri dan dewan guru yang sejak awal merintis berdirinya sekolah ini. Beberapa diantara mereka kini telah pergi meninggalkan kita di dunia ini, antara lain Bapak M. Yasin, yang pernah menjadi kepala sekolah, Bapak Slamet Mahfudz dan Bapak Ashali. Mudah-mudahan Allah SWT menerangi kubur mereka semua (nawwarallahu marqadahum).

Saya pribadi terus terang sangat bangga pernah menjadi bagian dari siswa di madrasah ini dan mendapat gemblengan dari para guru yang ikhlas dan punya semangat luar biasa dalam memajukan madarasah. Kita tentu masih ingat bagaimana keteguhan dan semangat almarhum Bapak M. Yasin menakhkodai madrasah pada jaman sulit itu. Kita juga ingat bagaiamana disiplin dan ikhlasnya para guru seperti Pak Syarifudin, Pak Slamet Mahfudz, Pak Asyari, Pak Ashali, Pak Sugeng, Pak Abdullah, Bu Yayuk dan para guru lainnya dalam mendidik para siswanya.

Di antara berbagai jenjang pendidikan yang saya lalui, pendidikan di MTs ini termasuk yang paling berkesan dalam kehidupan saya. Banyak pelajaran yang saya dapatkan selama menempuh pelajaran di sekolah ini. Perjuangan dan semangat teman-teman dalam belajar, keikhlasan dan kedisplinan para guru, hubungan yang erat antara siswa, guru dan para pengurus adalah beberapa hal yang bisa  saya dapatkan dari madrasah ini.

Siswa kelas III MTs (lulusan 1983) berpose sebelum mengikuti ujian akhir di Madrasah Mualimin Parakan

Termasuk yang paling berkesan adalah ketika kami harus tinggal di asrama di rumah Mbah Khasbullah di Ngempon, selama beberapa minggu untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir sekolah. Waktu itu, siang malam kami digembleng oleh para guru agar kami dapat menempuh ujian sekolah dengan baik. Dan alhamdulillah hasilnya juga baik dan tidak mengecewakan.

Yuk Kita Tengok Kembali Madrasah Kita !

Selama lebih dari 30 tahun berdiri, MTs Bani H. Abdul Rosyid tentu telah melahirkan banyak lulusan. Mereka kini  telah menyebar di berbagai tempat dengan berbagai macam profesi dan kedudukan.

Alangkah indahnya jika kita para alumninya suatu saat bisa berkumpul kembali di madrasah yang pernah kita singgahi paling tidak selama tiga tahun ini. Kita bisa bernostaligia dan mengenang masa lalu dengan segala romantikanya.

Di samping itu, siapa tahu dengan kedatangan kita, para alumninya, juga dapat memotivasi adik-adik kita yang saat ini sedang berjibaku menekuni studi mereka untuk menatap masa depan dengan pandangan optimis, bahwa mereka berhak punya masa depan yang cerah dan juga tidak kalah dengan lulusan sekolah lainnya.

Saya yakin, masing-masing kita para alumni tentu punya kelebihan, baik pemikiran, material atau yang lainnya. Tidak ada salahnya jika kita bisa membagi sebagian dari kelebihan tersebut untuk bersama-sama memajukan madrasah tempat kita dulu pernah belajar. Ayo siapa mau ?

Iklan

7 Tanggapan so far »

  1. 1

    barri ahmadi said,

    alhamdulillah untuk tahun ini siswa MTs Bani Haji Abdul Rosyid lumayan banyak dibandingkan dengan tahun-tahun kemarin. untuk saat ini siswanya sebanyak 152 dari kelas 7 hingga 9 dan terbagi menjadi 6 rombel (rombongan Belajar).
    Dengan berjalannya waktu dan semakin majunya jaman, sekolah kita sekarang juga tidak ketinggalan dalam bidang IPTEK meskipun fasilitas yang ada masih minim.
    Semoga sekolah kita semakin maju dan berprestasi.

    • 2

      aldjo said,

      Alhmadulillah, saya sangat bergembira mendengar keadaan MTs sekarang. Mudah-mudahan di masa depan tambah maju.
      Selamat berjuang para pengurus dan dewan guru…

      • 3

        muhammad furqon said,

        amin ya robbal alamin
        terima kasih telah menyempatkan u/ mengunjungi situs blog
        mts bani rosyid

        ::> muhammad furqon
        Mudah2an MTs Bani Rosyid tambah maju dari waktu ke waktu, termasuk blognya….

  2. 4

    sujadi 1001 said,

    Sujadi bin Muh. Siddik Bantir. Bocah deso ini Tamat th 1977, dibawah asuhan poro Guru tercinta Pimpinan Pak Yasin yang sempat ngajarin Beladiri Yudo bersama konco2ku diantaranya Syamsudin Jumo, Abdul Rosyid Piyudan, Roi Kauman dll. Dongane poro Guru sangat Mustajab. Ingatase bocah dusun kok diamanati Nang Senayan. Mulo wajib syukur lan kudu Bangga sbg Alumnus Bani H Abd Rosyid Ngempon.*BANI Abd ROSYID Ngempon is the Best* Taqobalalloh jami’a hasanati asaatidziy wa masyaayikhiy Aamiin.

    ::> Pak Sujadi
    Alhamdulillah Pak, salah seorang alumnus Bani Rosyid ada yang dapat kursi di Senayan. Mudah2an bermanfaat untuk ummat dan masyarakat.
    Alangkah indahnya jika bisa dilaksanakan reuni lulusan antar generasi….

  3. 5

    Yazid Fauzan said,

    amin ya rabb…salam buat para guru2,pak rofiq,pak riyanto,pak barri,pak suwardi,pak mawardi,pak mad,pak arwani,bu puji,bu rokhana,pokoknya buat semuanya semoga sukses dan sehat selalu.
    dan tidak lupa buat adik2 kelas tetap semangat dlm menuntut ilmu semoga berhasil.
    Alhamdulillah…. MTs kita tercinta ini terbukti tidak kalah dg sekolah2 lain dan terbukti mampu bersaing,
    semoga MTs BAHAR semakin maju,semakin jaya dan semakin berkualitas. Amiiiin……

    salam kangen dari Alumni th 2007

  4. 6

    mulyadi said,

    sepertinya nggak percaya masak pernah satu kelas cuma lima orang…tp begitulah keadaanya mbak umi rengking satu mbak Yayuk rengking dua selalu dan saya masih di lima besar sy nggak terlalu bodoh sebetulnya tp bodoh sekali..tp justru kondisi itulah yg membuat saya untuk membuktikan bhw saya hrs bsa akhirnya masuk ke Aliyah klombeyan dan sekarang s1hukum di Jakarta dan sy bisa membuktikan kuliah yg harus di tempuh 4 tahun saya selesaikan dalam waktu enam tahun….😂sepertinya ini jg cambuk supaya sy tdk pernah puas dengan pendidikan….long life learning..long life education…disela2 kerjaan saya sepertinya kampus bagaikan ikan yang mendapatkan air melimpah dan jernih setelah sekian lama terjebak dalam kemarau panjang..satu hal yg bahkan mbak umi sendiri mungkin lupa bahwa saya pernah bertanya waktu itu saya bilang “Um kuliah itu apa sih” dia jawab “ya sekolah setelah lulus SMA”kira-kira gitulah dg bahasa Jawa tentunya tp pd akhirnya akan saya katakan bahwa yg saya peroleh Dr proses belajar di Bani Haji Abdul Rashid adalah semangat untuk terus belajar any thing any where n any time…

    • 7

      aldjo said,

      Perjuangan sampeyan hebat Mas Mulyadi. Ini tentu tak lepas dari bimbingan guru-guru kita baik yang masih sugeng maupun yang sudah mendahului kita.
      Mudah-mudahan menjadi pahala bagi mereka semua.
      Main ke rumah Mas Mulyadi saya tinggal di Depok. Ponsel 081281830467.

      Aljohan


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: