Kuliner Temanggung yang Unik dan Aneh

Temanggung, kota tempat saya lahir, punya banyak koleksi kuliner yang sangat khas. Yang lebih unik, nama-nama kuliner yang ada di daerah tersebut kadang terasa aneh. Kalau hanya mendengar namanya saja, kita pasti tidak akan pernah menyangka bahwa nama tersebut adalah untuk nama makanan.

Beberapa di antaranya adalah ; Ketan Gudig, Ndas Borok, Sikil Krowak, Tai Kucing, Bol Jaran, Balung Kuwuk, Emping Kecis dan Bajingan. Tidak percaya kan ? Siapa yang mau makan Tai Kucing atau Ndas Borok. Aneh dan “menjijikkan”, tetapi begitulah kenyataannya.

Meskipun aneh, makanan khas Temanggung dijamin enak, murah, halal, bergizi serta aman bagi penderita berbagai penyakit yang banyak menjangkiti orang-orang kota seperti kolestrol, asam urat, darah tinggi, jantung dan lain sebagainya. Makanan-makanan tersebut rata-rata dibuat dari beras ketan atau singkong yang berkarbohidrat tinggi, ditambah dengan gula, kelapa dan bumbu-bumbu tradisional lainnya, tanpa ada bumbu-bumbu yang berbahan kimia.

Gambar

Penjual jajanan khas Temanggung (foto : Danang Dhave/Kompasiana)

Saya tidak begitu banyak tahu bagaimana sejarahnya sehingga orang-orang Temanggung menamai berbagai jenis makanan mereka dengan nama seperti itu. Mungkin awalnya hanya untuk humor saja tetapi lama-lama menjadi keterusan.

Sayang, saat ini beberapa jenis makanan yang saya sebut tadi sudah agak sulit dicari. Setiap kali saya pulang kampung ke Temanggung dan berburu kuliner tersebut, saya hampir tak pernah bisa mendapatkannya. Yang saya jumpai saat ini adalah berbagai jenis makanan yang juga bisa saya temui di kota-kota lain.

Masih penasaran dengan kuliner Temanggung ? Baiklah, masing-masing akan saya tulis satu persatu.

Ketan Gudig (ketan penuh koreng)

Makanan ini terbuat dari beras ketan yang ditumbuk sampai halus seperti jadah dan dicampur dengan kacang gelandang. Bentuk dan warnanya yang bertotol-totol hitam dan tidak putih mulus lagi mungkin langsung mengingatkan orang yang kulitnya  yang kena penyakit gudig.

Dulu, makanan ini termasuk salah satu jenis jajanan utama yang selalu dihidangkan dalam setiap acara hajatan. Untuk membuatnya perlu waktu dan proses agak lama. Ini mungkin yang menyebabkan oraang sekarang tidak mau lagi membuat makanan ini. Orang sekarang maunya serba cepat dan instan. Apalagi sekarang orang juga jarang menanam kacang “gelandang” (kacang tolo),

Ndas Borok (kepala borokan) atau Sikil Krowak (kaki luka bernanah)

Makanan ini terbuat dari parutan singkong dan kelapa yang atasnya diberi gula jawa yang akan meleleh sewaktu dikukus. Tampilannya memang mirip kepala orang borokan. Untuk menikmatinya, jangan pernah membayangkan bentuk atau rupanya, langsung disantap saja, rasanya dijamin gurih dan manis.

Waktu saya kecil makanan ini juga cukup popular. Di setiap warung jajanan yang ada di sekitar sekolah, Ndas Borok termasuk makanan favorit yang disukai anak-anak. Makanan ini biasanya juga disajikan untuk hantaran bapak-bapak yang bekerja di sawah.

Bol Jaran (kotoran kuda)

Makanan ini sebenarnya juga banyak terdapat di tempat lain. Nama yang lebih popular adalah Corobikang. Tetapi orang Temanggung lebih suka menyebutnya dengan Bol Jaran, mungkin karena bentuknya memang mirip dengan kotoran kuda.

Tai Kucing (kotoran kucing)

Jangan pernah membayangkan makanan ini dari segi namanya. Kalau hal itu dilakukan, mungkin kita akan langsung muntah mengingat nama dan baunya yang asli.

Makanan terbuat dari tepung ketan yang digoreng kemudian dilumuri gula halus. Bentuknya, maaf-maaf, memang seperti tahi kucing.

Balung Kuwuk (tulang kuwuk, sejenis kucing hutan)

Makanan ini adalah nama lain dari keripik singkong seperti yang saat ini banyak beredar di pasaran. Dulu sewaktu saya kecil, para tetangga saya membuat Balung Kuwuk dengan cara yang sangat sederhana, sehingga hasilnya tidak sebagus dan sehalus seperti yang ada di pasaran sekarang ini. Sekarang mereka sudah dapat membuat Balung Kuwuk seperti yang umumnya dijual di toko.

Emping Kecis (emping palsu)

Dulu, di kampung saya emping termasuk salah satu jenis makanan yang harganya lumayan mahal. Saat lebaran, makanan ini hanya beada di toples rumah orang-orang kaya saja.

Salah satu cara untuk mengukur tingkat sosial ekonomi seseorang dalam masyarakat waktu itu antara lain bisa dilihat dari hidangan yang disajikan pada saat hari raya lebaran.

Mereka yang tidak punya banyak uang tetapi ingin tampil bergaya, kemudian membuat emping dari bahan baku singkong, bukan melinjo seperti biasanya.

Bajingan

Cara membuat makanan ini cukup sederhana, yaitu singkong dipotong kecil-kecil kemudian direbus dengan gula merah dan santan. Asal-muasal kenapa makanan ini disebut Bajingan agak susah menelusurinya.

Ndog Gludug (telur guntur)

bahan utamanya singkong dikukus kemudian dihaluskan dan dicampur parutan kelapa, gula pasir dan diberi vanili, setelah itu dibentuk bulat-bulat lalu digoreng.

***

Di luar daftar yang telah disebut di atas, sebenarnya masih banyak jenis makanan lain yang namanya juga aneh dan lucu-lucu, sebut saja misalnya Untuk Cacing (rumah cacing), makanan  yang terbuat dari tepung ketan yang dibuat seperti rumah cacing, rasanya manis dan gurih. Juga ada Ento CothotRondo RoyalRondo KemulMoto Kebo, Ndog BulusPelok, AntariCethil, GatotMeniran dan lain sebagainya.

Untuk hidangan utama, kuliner khas Temanggung juga cukup banyak. Beberapa di antaranya yang menjadi favorit saya dan selalu saya buru setiap kali pulang kampung antara lain Sego GonoEmpis-empis dan Kuban Ramban.

Sego Gono adalah nasi yang pada saat memasak sekalian dicampur dengan lauknya yang terdiri kobis, kacang panjang, bumbu kelapa dan teri. Makanan ini banyak dihidangkan saat ada acara yang melibatkan banyak orang misalnya saat Nyadran, saat mulai menggarap sawah atau menanam tembakau.

Empis-empis adalah semacam oseng-oseng yang bahan utamanya adalah lombok ijo, bisa ditambahi dengan ikan asin, tongkol, rempela ati, tahu atau tempe. Sedangkan Kuban Ramban adalah rebusan aneka dedaunan yang tumbuh liar di ladang lalu dibumbuhi dengan parutan kelapa yang dibakar terlebih dahulu.

Bagi pembaca yang kebetulan suatu saat punya acara atau melewati kota Temanggung, mungkin ada baiknya juga mencatat Ketan Gudig, Ndas Borok, Tai Kucing, Bol Jaran, Bajingan atau lain-lainnya dalam daftar kuliner yang wajib dibeli dan dicicipi. Selamat menikmati !

*Tulisan ini pernah saya tulis di blog keroyokan Kompasiana dengan sedikit revisi

Iklan

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    Pion said,

    Aku juga jd kangen masakan biyungku,klo pas miwiti mbako trus buat sego gono sama ketan salak uenaknya minta ampun..!jadi pengen mulih…!

  2. 3

    dadi eling manggung…panganane sih alami…uenak2……

    Budiyati Rusdiyanto
    Ya Mbak, panganan Temanggung memang ngangeni…


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: