Gravitasi Seorang Blogger

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan kurir plat merah yang berkantor pusat di Bandung. Sejak akhir tahun 2015 lalu saya ditempatkan di satu bagian yang mengharuskan saya sering bepergian ke berbagai kota di Indonesia, mulai dari Medan hingga Jayapura.

Sebenarnya saya dan keluarga tinggal di Depok. Tetapi karena harus berkantor di Bandung, maka hanya pada akhir pekan saja saya bisa berkumpul dengan anak istri tercinta. Selebihnya, mulai dari Senin sampai Jumat, kalau tidak acara dinas keluar kota saya lebih banyak tinggal di Bandung.

Sebagai seorang yang suka dengan petualangan, saya cukup menikmati pekerjaan yang saya geluti sekarang ini. Sambil tetap bisa menjalankan tugas kantor, saya juga punya kesempatan mengunjungi berbagai kota di Indonesia, termasuk obyek wisatanya. Hasil kunjungan tersebut biasanya saya tulis dan saya unggah di blog keroyokan Kompasiana, sebagian lain di blog pribadi saya.

Sebagai warga pendatang yang baik, saya juga merasa punya kewajiban untuk menceritakan hal-hal yang baik tentang kota yang saya tinggali saat ini, yaitu kota Bandung. Apalagi sejak dulu, kota yang mendapat julukan Kota Kembang ini memang terkenal punya daya tarik wisata tersendiri, baik wisata alam, budaya, kuliner, arsitektur maupun sejarah.

Ada beberapa liputan yang telah saya tulis tentang Bandung, termasuk tentang kantor saya sendiri. Mengapa kantor saya bisa berkantor pusat di Bandung, tidak di Jakarta sebagaimana perusahaan yang lain? Ternyata sejarahnya cukup panjang sampai ke jaman kolonial dulu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gedung Pusat PT Pos Indonesia (Persero) satu komplek dengan Gedung Sate Bandung (dokpri)

Tulisan lain tentang Bandung adalah tentang Tebing Keraton. Tempat ini termasuk salah satu tempat wisata yang pertama yang saya kunjungi begitu menjejakkan kaki di Bandung. Saat itu Tebing Keraton termasuk obyek wisata baru dan berhasil membuat penasaran banyak orang.

Saat terbaik mengunjungi tempat ini adalah saat pagi hari. Setelah naik angkot, lalu naik ojek dan berjalan kaki dengan jalan yang cukup mendaki, saya bisa menyaksikan pemandangan eksotis di sekitar tebing dan menikmati Pagi Ceria di Tebing Keraton Bandung.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pagi ceria di Tebing Keraton (dok pribadi)

Saya juga menulis tentang Paleis van de Legercommandant, Istana Panglima Pasukan Hindia Belanda di Bandung dan Gedong Sabau, Bangunan Militer Warisan Kolonial di Bandung, dua bangunan militer di Bandung yang sampai saat ini masih berdiri megah.

Selain itu, ada juga tulisan tentang Memanen Buah Arbei di Situ Cileunca Pangalengan. Tulisan ini saya buat setelah menemani dua anak gadis saya berlibur di wilayah Bandung selatan.

Tulisan lain yang saya buat ketika mendapat tugas di luar kota Bandung adalah tentang   “Kingdom of Butterfly”, hasil perjalanan ke Taman Nasional Bantimurung-Bulusarung (TN Babul) di Maros, Sulawesi Selatan. Terus terang saya agak kecewa dengan kondisi  taman tersebut. Pengelolaannya seperti seadanya saja dan tidak digarap dengan serius. Padahal tingkat kunjungan turis dari manca negara ke taman ini cukup tinggi.

Untungnya, di tempat lain Sulawesi Selatan, tepatnya di kota Makassar saya mendapat obat penawarnya. Setiap sore saya selalu menikmati senja di Pantai Losari. Kebetulan hotel tempat saya menginap berada di bibir pantai tersebut.

Kota lainnya yang pernah saya kunjungi adalah Surabaya. Hasil liputan dari Surabaya bukan tulisan tentang kota yang mendapat julukan sebagai Kota Pahlawan ini, tetapi tulisan tentang sebuah kota di Madura, yaitu Bangkalan. Ada beberapa alasan mengapa saya harus menulis dan mengunjungi kota ini.

Di luar kota-kota tersebut, sebenarnya saya juga pernah mendapat tugas di Semarang, Banjarbaru dan tentu saja ibukota Jakarta. Sayang, tidak semua hasil kunjungan ke kota-kota tersebut bisa saya tulis semuanya. Bisa karena jadwal yang terlalu padat sehingga saya tidak punya waktu untuk berkunjung kesana-kemari.

Gravitasi Seorang Blogger

Meski jumlah tulisan saya tentang obyek wisata di berbagai kota di Indonesia masih bisa dihitung dengan jari, saya mendapat banyak respon dari banyak orang. Lewat media sosial semacam email, WA, Telegram, Facebook atau Instagram, saya sering menerima aneka pertanyaan tentang kota-kota yang saya kunjungi, tentang moda transportasi, penginapan, makanan dan hal-hal lainnya. Ada beberapa orang yang menjadikan tulisan saya sebagai salah satu referensi ketika mereka berkunjung ke sebuah tempat.

Yang lebih membanggakan, beberapa tulisan yang saya buat juga pernah terpilih memenangi lomba blog yang diselenggarakan oleh Kompasiana. Di antaranya tulisan tentang Tol Cipali, Hadiah Terindah Bagi Para Pemudik. Tulisan ini terpilih sebagai pemenang pertama Blog Competition : Mudik Asik Lewat Tol Cipali.

Saya juga pernah menulis tentang sebuah perusahaan kurir, JNE & Bisnis Keagenan, tulisan ini terpilih dalam 10 tulisan terbaik yang mengantarkan saya diundang untuk menghadiri puncak HUT JNE ke-24 di Yogyakarta pada tanggal 28-30 Nopember 2014.

Terakhir beberapa bulan lalu, tulisan saya tentang Asyiknya Kerja Sambil Travelling juga terpilih sebagai pemenang pertama blog competition yang diselenggarakan oleh Kompasiana dan Electronic City.

Dunia blog, bagi saya pribadi adalah dunia yang menjanjikan banyak kesempatan. Selain hadiah dan pertemanan, lewat ngeblog saya juga bisa mendapat kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang top dari berbagai profesi di negeri ini, termasuk kesempatan mencicipi menu sop Istana Negara dan berfoto dengan Presiden RI.

Di luar itu, yang paling penting adalah saya juga dipacu untuk terus belajar dan meng-update diri.

Saya yakin, setiap blogger dapat menjadi gravitasi bagi lingkungannya lewat karya-karya yang dihasilkannya. Besar kecilnya efek gravitasi ini tergantung pada semangat dan komitmen dari blogger untuk dapat menghasilkan karya terbaik yang dapat memberikan manfaat dan inspirasi orang lain.

Seorang blogger dengan gravitasi tinggi akan dapat menembus puncak-puncak pencapaian yang luar biasa, bahkan seringkali mencapai batas-batas di luar jangkauan keinginan dan cita-cita sang blogger.

Butuh Gadget yang Mumpuni

Untuk bisa menghasilkan liputan yang berkualitas dan menarik banyak pembaca, seorang blogger harus punya ciri dan karakter sendiri.

Pada awalnya mungkin boleh mengambil ide dan contoh dari blogger lain. Tetapi seiring dengan perjalanan waktu, seorang blogger harus punya ciri sendiri sesuai dengan passion masing-masing.

Salah satu senjata yang sangat diperlukan agar dapat menghasilkan karya terbaik adalah kebutuhan akan sebuah gadget yang mumpuni. Obyek-obyek wisata yang menarik, tidak akan bisa menjadi sebuah gambar atau video yang menarik jika kita mengambilnya dengan gadget sembarangan.

Selera membaca saya bisa tiba-tiba hilang ketika membaca sebuah tulisan yang baik tetapi ilustrasi gambar atau fotonya kurang menarik.

Foto atau video yang kurang menarik ini bisa jadi karena angel-nya kurang bagus, tidak fokus atau karena memang diambil dengan kamera atau ponsel yang kualitasnya tidak baik.

 

Iklan

15 Tanggapan so far »

  1. 1

    Prima said,

    Dahsyat Mas. Ternyata nulis di blog bisa juga ya menghasilkan duit…
    Jadi pingin belajar ngeblog…

  2. 3

    Watson said,

    Josss Pak Johan. Lanjutkan euy!

  3. 5

    Ipen said,

    Saya jadi ingat sama teman saya. Dia seorang ibu rumah tangga yang aktif ngeblog. Dia sekarang kayak menjadi seorang selebritis.
    Sukses terus ya…

  4. 6

    Ipen said,

    Saya jadi ingat sama teman saya. Dia seorang ibu rumah tangga yang aktif ngeblog. Dia sekarang kayak menjadi seorang selebritis.
    Sukses terus ya…

    • 7

      aldjo said,

      Memang dunia blogging dunia yang menawarkan kesempatan yang sangat luas.
      Terimakasih telah berkunjung ke blog saya. Sukses selalu…

  5. 8

    irwan a said,

    Terima kasih atas ulasannya, saya jadi penasaran untuk memiliki ponsel LUNA.

  6. 10

    houseofchoco said,

    Wow, top banget Pak. Mudah-mudahan dapat hp Luna ya…

  7. 12

    R.Rusli said,

    Boleh share ilmunya bos….

  8. 14

    Amir Mahmud said,

    Salamkenal Pak Johan. Kalau saya yang menjadi juara favorit lomba blog kompasiana Electronic City Kompasiana, dan saya juga sudah baca tulisan Bapak, bagus memang


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: