Segarnya Sop Ikan Kakap Merah

Sejak kira-kira tiga tahun lalu, ada rutinitas yang hampir selalu saya lakukan bersama istri di setiap akhir pekan, yaitu jalan-jalan ke pasar kaget di Jalan Tegar Beriman Cibinong atau lebih dikenal dengan nama Jalan Pemkab Cibinong. Kebetulan lokasi tersebut tidak jauh dari rumah saya di Depok.

Di pasar yang terbentang lebih dari 1 kilometer dan hanya digelar pada hari Minggu mulai jam 6 pagi hingga jam 1 siang tersebut dijual beraneka barang dan kebutuhan sehari-hari, mulai dari pakaian, alat-alat rumah tangga, perangkat komputer, buku, anti gores ponsel, furnitur, barang-barang kerajinan hingga buah dan sayur-sayuran. Apa yang lu minta, gua ada alias palugada.

Barang yang paling sering di beli oleh istri saya di pasar ini adalah barang-barang untuk keperluan anak-anak, semisal sepatu, tas, pakaian dalam atau peralatan sekolah lainnya. Sementara saya  lebih suka berburu buku dan majalah bekas. Kadang-kadang dengan uang 100 ribu rupiah, saya bisa mendapatkan sekarung buku, banyak yang bekas tetapi ada juga yang masih baru dan terbungkus plastik. Kalau pas tanggal tua, kami kadang-kadang hanya jalan-jalan saja, untuk sekedar cari keringat dan menggerakkan badan.

Berburu kuliner

Tetapi ada satu aktivitas yang tak pernah kami lewatkan pada acara jalan-jalan tersebut dan ini justru merupakan agenda yang paling menarik yaitu berburu kuliner. Setelah capek jalan dari ujung ke ujung yang jaraknya lebih dari dua kilometer, rutinitas kami tersebut biasanya diakhiri dengan mencari makan.

Di sepanjang jalan tersebut banyak dibuka warung-warung tenda dan rumah makan yang menyediakan berbagai jenis makanan, ada ketoprak, pempek, masakan Padang, bakso, gudeg, soto, coto Makasar, siomay, bebek goreng,  ayam bakar dan lain sebagainya.  Kayaknya kami pernah mencicipi semua jenis makanan yang dijual di sekitar pasar tersebut.

Sop ikan kakap merah

Salah satu menu yang cukup sering kami santap adalah sop ikan kakap merah. Sop ini dijual di sebuah warung makan di jalan Pemkab dan buka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam.

Sop ini sangat nikmat disantap setelah capek jalan menyusuri pasar. Paduan rasa ikan kakap dengan kuah bening tanpa santan, tomat hijau, cabe rawit yang dibiarkan utuh dan cukup untuk memedaskan lidah, daun bawang dan daun kemangi akan membuat badan langsung segar dan berkeringat. Porsi sop di warung ini juga pas untuk ukuran satu orang, tidak kurang juga tidak lebih.

Semangkuk sop ikan kakp merah

Semangkuk sop ikan kakp merah

Menikmati segarnya sop ikan kakap merah

Menikmati segarnya sop ikan kakap merah

Untuk membuat sop ikan ini kayaknya juga cukup mudah, salah satunya adalah resep dari situs ini. Bahan yang harus disiapkan adalah ikan kakap yang sudah dipotong-potong menurut selera kita, daun bawang, tomat hijau, potong-potong, cabai rawit merah utuh, jahe dimemarkan, bawang merah iris tipis, bawang putih iris tipis, cabai merah memarkan, kecap ikan, air jeruk nipis, kaldu ikan, garam, daun jeruk dan daun kemangi. Cara membuatnya ikan kakap dipotong-potong menurut selera, didihkan kaldu, jahe, bawang merah, bawang putih, daun jeruk dan tomat sampai mendidih. Lalu masukkan ikan, masak sampai berubah warna. Kemudian bumbui garam, kecap ikan, air jeruk nipis, cabai rawit, cabai merah. Setelah itu masukkan wortel, daun bawang dan daun kemangi. Masak sampai mendidih dan sajikan dalam keadaan panas.

Kandungan gizi

Ikan kakap, baik merah atau hitam, termasuk ikan yang mengandung gizi cukup baik. Menurut penelitian, pada setiap 100 gram ikan kakap  mengandung ; kalori 111, protein (gr) 24, lemak (gr) 1, kolesterol (mg)  46 dan zat besi (mg) 0.7. Zat omega 3 yang terdapat pada ikan kakap juga sangat baik ibu hamil yang menginginkan janin bayinya tumbuh dengan lebih sempurna.

Catatan pribadi

Bagi saya pribadi, sop ikan adalah termasuk jenis makanan yang belum lama saya kenal. Saya yang lahir dan dibesarkan di sebuah desa di lereng gunung di Temanggung dulu hanya tahu bahwa  yang namanya sop itu bahannya ya hanya dari sayuran saja. Di kampung, dulu ikan yang saya kenal hanya ikan mas, lele, kutuk, belut, tawes, nila, mujair dan ikan-ikan kecil lain yang hidup di sungai. Cara memasaknya biasanya hanya digoreng, dimasak dengan santan dan cabe atau sesekali dibuat sambal goreng.

Setelah saya merantau dan sering pergi ke daerah pesisir yang banyak menghasilkan ikan laut, saya mulai mengenal banyak jenis ikan dengan berbagai variasi cara memasaknya, termasuk sop ikan ini. Dan alhamdulillah ternyata selera lidah saya ternyata sangat cocok juga dengan masakan-masakan tersebut.

Jelajah-Gizi-200x300

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: