Ketika Anak Saya Akrab dengan Transaski Non Tunai

Anak-anak muda jaman sekarang adalah generasi yang sangat beruntung. Mereka banyak menikmati kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi dengan aneka gadget dan aplikasi yang membuat hidup menjadi lebih mudah dan praktis. Termasuk diantaranya adalah kemajuan dalam hal transaksi non tunai.

Terus terang, untuk yang satu ini saya mengakui kalah beberapa langkah dibanding anak putri saya yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XII. Untuk banyak aktivitas, dia sudah mulai meninggalkan uang tunai.

Untuk berangkat-pulang sekolah di Depok, saat ini dia lebih banyak menggunakan ojek online, terutama Go-Jek, daripada naik angkot. Alat pembayaran yang dipakai adalah dengan melakukan top up dengan Go-Pay yang bisa disetor lewat ATM, mobile banking atau langsung kepada driver.

Dengan cara ini, dia tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai. Keuntungan lainnya, dia juga akan mendapatkan potongan sampai dengan 50 %. Kalau biasanya dengan angkot dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 12.000 untuk pulang pergi, maka dengan ojek online dia cukup mengeluarkan Rp 8.000. Go-Jek memang membedakan tarif pelanggan menjadi dua jenis, yaitu melalui Top Up dan Cash.

Bahkan Bank BRI, juga memberikan bonus tambahan bagi mereka yang melakukan top up Go-Pay melalui ATM atau mobile banking BRI. Bonus Rp 10.000 untuk setoran Rp 50.000 – Rp 99.000 dan bonus Rp 20.000 untuk setoran minimal Rp 100.000.

nontunai1

Top up Go-Jek melalui akan mendapat bonus. Bayar Go-Jek dengan sistem ini juga lebih murah

Dengan ojek online, sekarang dia hampir tidak pernah terlambat ke sekolah seperti ketika dulu naik angkot. Sekolah tempat dia belajar termasuk cukup ketat menerapkan kedisiplinan. Sekali terlambat, siswa akan mendapat peringatan, dua kali akan diberi surat teguran dan untuk yang ketiga, orang tua siswa akan dipanggil. Saya pernah mendapat panggilan dari sekolah gara-gara kasus ini.

Waktu tempuh dari rumah ke sekolah sebenarnya tidak terlalu jauh. Dengan ojek online bisa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit, sedangkan dengan angkot, bisa memakan waktu satu sampai dua jam karena macet.

Selain untuk membayar ojek online. Anak saya juga sering melakukan transaksi non tunai untuk keperluan lainnya. Saat ini, dia juga mengelola tiga jualan secara online. Yang utama adalah jual beli pulsa melalui sebuah aplikasi online. Saya lihat jumlah transaksi hariannya cukup bagus. Pangsa pasarnya adalah teman-temannya satu sekolah.

nontunai.jpg

Berbagai aplikasi di ponsel Android untuk jualan

Selain itu, dia menjadi reseller produk jilbab dan makanan ringan berbahan baku coklat dengan variasi campuran berbahan beras dan jagung. Dua produk tersebut juga cukup laris. Untuk jilbab, bahan dan mutunya cukup bagus, harganya juga bersaing. Sedangkan untuk produk makanan, meski harganya cukup mahal untuk kalangan pelajar, sekitar Rp 35.000 per kemasan, ternyata cukup laris. Teman-temannya sangat menyukai produk ini. Saya baca testimoni mereka di grup WA anak saya.

Meskipun kalau dihitung dari besaran rupiah masih belum besar, tetapi untuk ukuran anak SMA kelihatannya sudah lumayan. Bisa untuk menambah uang saku dan membeli peralatan sekolah.

Transaksi Non Tunai, banyak kemudahan dan peluang bisnis

Saya sendiri, hampir setahun ini juga menggunakan uang non tunai untuk beberapa transaksi antara lain dengan kartu debit, kartu prabayar Flazz BCA, m-banking dan beberapa aplikasi di ponsel.

Transaksi non tunai ini biasanya saya gunakan untuk membayar biaya sekolah atau kuliah, tagihan listrik dan telepon, beli pulsa ponsel, pesan tiket kereta atau pesawat. Bahkan di musim hujan seperti sekarang ini, saat malam hari ketika perut kita lapar dan pingin memesan makanan, saya juga bisa melakukannya secara online. Uang tunai di saku lebih banyak saya gunakan untuk membeli makan di warung makan, berbelanja di pasar tradisional atau di tempat lain yang belum menerima pembayaran non tunai.

Transaksi online memang menawarkan banyak kemudahan dan kepraktisan. Dengan kartu dan gadget di tangan, kita bisa melakukan banyak transaksi. Dengan cara ini, kita tidak perlu banyak membawa uang tunai di dompet kita. Kita juga tidak perlu takut akan bahaya kecopetan atau beresiko menerima uang palsu yang hingga saat ini masih banyak jumlahnya.

Dari hari ke hari, toko atau outlet yang melayani pembayaran non tunai juga semakin banyak. Jadi kita tidak perlu takut tidak bisa melakukan suatu transaksi jika kita pergi ke luar kota atau luar negeri.

Selain menawarkan berbagai kemudahan dan kepraktisan, transaksi non tunai juga memberikan kesempatan yang luas untuk meraup tambahan penghasilan yang potensinya sangat besar dan tak terbatas. Kita bisa menawarkan dagangan apa saja kepada para pelanggan di seluruh dunia.

Aspek Pembelajaran dan Kewirausahaan

Kembali kepada cerita anak saya di atas. Di samping menekuni pelajarannya di sekolah, anak saya kelihatannya juga asyik menekuni dunia “bisnis”-nya.

Bagi saya pribadi sebagai orangtua,  yang terpenting bukan pada nilai uangnya tetapi lebih pada aspek pembelajarannya. Bagaimana dia punya semangat untuk berbisnis dan berwirausaha sejak usia muda.

Dunia bisnis adalah dunia nyata yang sangat penuh dengan pernak-pernik. Banyak tantangan, hambatan, kesabaran, perjuangan sekaligus peluang untuk bisa sukses di dunia yang satu ini. Jika kita ingin sukses di bisnis, maka mau tidak mau kita harus siap untuk jatuh dan bangun. Karena itu tidak banyak orang yang tertarik terjun ke dunia bisnis. Hanya mereka yang bermental baja saja yang berani menekuni dunia ini.

Anak-anak muda kita sebagian besar bermimpi bisa menjadi pegawai di instansi pemerintah atau di perusahaan. Jarang yang bercita-cita menjadi pebisnis atau wirausahawan.

Motivasi seperti inilah yang harus dipompakan kepada generasi  muda kita, bahwa dunia bisnis dan wirausaha adalah dunia yang menawarkan banyak peluang dan kesempatan luas tak terbatas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: