Gravitasi Seorang Blogger

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan kurir plat merah yang berkantor pusat di Bandung. Sejak akhir tahun 2015 lalu saya ditempatkan di satu bagian yang mengharuskan saya sering bepergian ke berbagai kota di Indonesia, mulai dari Medan hingga Jayapura.

Sebenarnya saya dan keluarga tinggal di Depok. Tetapi karena harus berkantor di Bandung, maka hanya pada akhir pekan saja saya bisa berkumpul dengan anak istri tercinta. Selebihnya, mulai dari Senin sampai Jumat, kalau tidak acara dinas keluar kota saya lebih banyak tinggal di Bandung.

Sebagai seorang yang suka dengan petualangan, saya cukup menikmati pekerjaan yang saya geluti sekarang ini. Sambil tetap bisa menjalankan tugas kantor, saya juga punya kesempatan mengunjungi berbagai kota di Indonesia, termasuk obyek wisatanya. Hasil kunjungan tersebut biasanya saya tulis dan saya unggah di blog keroyokan Kompasiana, sebagian lain di blog pribadi saya.

Sebagai warga pendatang yang baik, saya juga merasa punya kewajiban untuk menceritakan hal-hal yang baik tentang kota yang saya tinggali saat ini, yaitu kota Bandung. Apalagi sejak dulu, kota yang mendapat julukan Kota Kembang ini memang terkenal punya daya tarik wisata tersendiri, baik wisata alam, budaya, kuliner, arsitektur maupun sejarah.

Ada beberapa liputan yang telah saya tulis tentang Bandung, termasuk tentang kantor saya sendiri. Mengapa kantor saya bisa berkantor pusat di Bandung, tidak di Jakarta sebagaimana perusahaan yang lain? Ternyata sejarahnya cukup panjang sampai ke jaman kolonial dulu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gedung Pusat PT Pos Indonesia (Persero) satu komplek dengan Gedung Sate Bandung (dokpri)

Baca entri selengkapnya »

Comments (14) »

Ketika Anak Saya Akrab dengan Transaski Non Tunai

Anak-anak muda jaman sekarang adalah generasi yang sangat beruntung. Mereka banyak menikmati kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi dengan aneka gadget dan aplikasi yang membuat hidup menjadi lebih mudah dan praktis. Termasuk diantaranya adalah kemajuan dalam hal transaksi non tunai.

Terus terang, untuk yang satu ini saya mengakui kalah beberapa langkah dibanding anak putri saya yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XII. Untuk banyak aktivitas, dia sudah mulai meninggalkan uang tunai.

Untuk berangkat-pulang sekolah di Depok, saat ini dia lebih banyak menggunakan ojek online, terutama Go-Jek, daripada naik angkot. Alat pembayaran yang dipakai adalah dengan melakukan top up dengan Go-Pay yang bisa disetor lewat ATM, mobile banking atau langsung kepada driver.

Dengan cara ini, dia tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai. Keuntungan lainnya, dia juga akan mendapatkan potongan sampai dengan 50 %. Kalau biasanya dengan angkot dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 12.000 untuk pulang pergi, maka dengan ojek online dia cukup mengeluarkan Rp 8.000. Go-Jek memang membedakan tarif pelanggan menjadi dua jenis, yaitu melalui Top Up dan Cash.

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Asa Yang Selalu Terpelihara

“Mah, aku mau cari pekerjaan lain saja!” keluh Agus kepada Masita pada suatu malam di rumah kontrakannya yang sempit di Citayam, Depok. Agus selalu memanggil Mah atau mamah pada Masita, istrinya, yang dinikahinya 9 tahun lalu dan telah memberinya dua anak, Ismail dan Hanum.

pos

Pak Pos (Gambar : bsn.go.id)

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Berita Terkini! Martabak Tropica, Martabak Manis Paling Enak di Bandung

Bandung adalah surga bagi dunia wisata, baik wisata alam, budaya, religi, bangunan, fashion dan yang tidak kalah serunya adalah wisata kuliner. Di berbagai sudut kota yang dijuluki sebagai Kota Kembang ini kita dapat mencicipi beraneka kuliner yang sangat memanjakan selera. Salah satunya adalah Martabak Tropica, martabak manis paling enak di Bandung.

martabak

Kedai Martabak Tropica, selalu penuh dengan pengunjung (Foto : Pribadi)

Kedai Martabak Tropica berlokasi di Jalan Burangrang No. 30 Bandung, tepatnya di samping In & Out Eatery. Untuk mencari tempat ini sangat mudah karena terdapat papan yang cukup besar di depan gerai dan terlihat running text box di sisi Jalan Burangrang.

martabaktropica

Martabak Tropica, martabak manis paling enak di Bandung (Gambar diolah dari Instagram)

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Cara Bijak Menjadi Kaya

Siapakah yang paling kaya di antara tiga profesi dalam gambar di bawah ini, apakah seorang karyawan, profesional atau seorang pengusaha? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh perencana keuangan ternama, Safir Senduk, kepada para blogger yang hadir dalam seminar bertajuk “Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak” pada tanggal 01 Agustus 2015 di Cafe XXI Plaza Indonesia, Jakarta.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh PT Sun Life Financial Indonesia, perusahaan asuransi berbasis di Toronto, Kanada dan berdiri sejak tahun 1865. Di Indonesia sendiri, perusahaan yang punya reputasi internasional dan telah meraih banyak penghargaan ini beroperasi sejak tahun 1995.

sunlife Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Mandai, Kuliner Kulit Buah Cempedak Khas Balikpapan

Selama tiga hari libur Imlek yang lalu, saya bersama keluarga praktis lebih banyak tinggal di rumah. Hujan yang turun terus menerus selama lebih dari sepuluh hari terakhir ini dan udara yang cukup dingin, membuat kami malas keluar rumah.

Cempedak, buah, biji dan kuitnya, semuanya bisa dimakan (Foto : Pribadi)

Cempedak, buah, biji dan kuitnya, semuanya bisa dimakan

Baca entri selengkapnya »

Comments (9) »

Sate Padang, Lain daripada yang Lain

Sewaktu berdinas di Sungai Penuh, Jambi, tahun 2003 dulu, seorang mitra kerja mengajak saya makan siang di rumah makan Sate Amir. Rumah makan yang menyediakan menu sate Padang tersebut sangat terkenal di kota yang terletak di kaki gunung Kerinci. Usaha tersebut sudah dijalankan selama berpuluh-puluh tahun dan pengelolanya sudah berganti generasi.

Siang itu, kami sengaja berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap ke rumah makan tersebut, kebetulan letaknya juga tidak terlalu jauh, sekaligus untuk mengistirahatkan dan mendinginkan mobil dinas Daihatsu Taruna yang sudah dikendarai selama beberapa hari tanpa henti di medan yang cukup berat.

Melihat jumlah pengunjung yang cukup banyak, saya yakin menu makanan dan minuman yang disajikan di rumah makan tersebut pasti lezat dan istimewa. Kalau tidak, mana mungkin mereka rela antri dan berdesak-desakkan hanya untuk bersantap siang. Apalagi jika melihat cara mereka menyantap sate yang telah terhidang di meja makan. Saya jadi tak sabar menunggunya. Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »