Sampai Jumpa di Sail Sabang 2017!

Dari Sabang sampai Merauke

Berjajar pulau-pulau

Sambung-menyambung menjadi satu

Itulah Indonesia

Indonesia tanah airku

Aku berjanji padamu

Menjunjung tanah airku

Tanah airku Indonesia

Nama Sabang yang terletak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) adalah nama yang sangat populer dan melekat di hati sebagian besar penduduk Indonesia. Bahkan mungkin nama kota ini lebih terkenal daripada kota Banda Aceh yang menjadi ibukota Provinsi NAD. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Leave a comment »

Pesan Hotel, Pasti Traveloka

Saat ini saya bertugas di bagian audit sebuah BUMN yang berkantor pusat di Bandung. Salah satu tugas utama saya dan teman-teman adalah melakukan audit internal terhadap  11 kantor regional yang tersebar di ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »

Mudahnya Memesan Tiket Kereta Lewat Traveloka

Sejak  pertengahan tahun  2015,  saya berpindah tugas dari Jakarta ke Bandung. Karena berbagai pertimbangan, terutama sekolah anak-anak, saya mengalah tinggal sendiri di tempat kos di Bandung dan keluarga tetap tinggal di Depok. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Sepotong Surga di Bumi Papua

Papua.jpg

Berpose di Bukit MacArthur Sentani Jayapura (Dokpri)

Ketika gambar di atas saya unggah ke Facebook, teman-teman langsung membanjiri komentar di wall Facebook saya. Banyak yang yang mengatakan bahwa lokasinya sangat indah, keren, luar biasa, apik tenan, subhanallah, sip, very beautiful dan lain sebagainya. Intinya, semua komentar mengagumi gambar tersebut.

Bagi saya sendiri,  di antara berbagai tempat yang pernah saya kunjungi, tempat ini adalah termasuk tempat yang paling indah. Sebuah tempat yang teduh dengan pepohonan rindang, gunung-gunung hijau dan air jernih mengalir di bawahnya. Bagai bayangan surga seperti yang digambarkan dalam kitab suci. Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »

Gravitasi Seorang Blogger

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan kurir plat merah yang berkantor pusat di Bandung. Sejak akhir tahun 2015 lalu saya ditempatkan di satu bagian yang mengharuskan saya sering bepergian ke berbagai kota di Indonesia, mulai dari Medan hingga Jayapura.

Sebenarnya saya dan keluarga tinggal di Depok. Tetapi karena harus berkantor di Bandung, maka hanya pada akhir pekan saja saya bisa berkumpul dengan anak istri tercinta. Selebihnya, mulai dari Senin sampai Jumat, kalau tidak acara dinas keluar kota saya lebih banyak tinggal di Bandung.

Sebagai seorang yang suka dengan petualangan, saya cukup menikmati pekerjaan yang saya geluti sekarang ini. Sambil tetap bisa menjalankan tugas kantor, saya juga punya kesempatan mengunjungi berbagai kota di Indonesia, termasuk obyek wisatanya. Hasil kunjungan tersebut biasanya saya tulis dan saya unggah di blog keroyokan Kompasiana, sebagian lain di blog pribadi saya.

Sebagai warga pendatang yang baik, saya juga merasa punya kewajiban untuk menceritakan hal-hal yang baik tentang kota yang saya tinggali saat ini, yaitu kota Bandung. Apalagi sejak dulu, kota yang mendapat julukan Kota Kembang ini memang terkenal punya daya tarik wisata tersendiri, baik wisata alam, budaya, kuliner, arsitektur maupun sejarah.

Ada beberapa liputan yang telah saya tulis tentang Bandung, termasuk tentang kantor saya sendiri. Mengapa kantor saya bisa berkantor pusat di Bandung, tidak di Jakarta sebagaimana perusahaan yang lain? Ternyata sejarahnya cukup panjang sampai ke jaman kolonial dulu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gedung Pusat PT Pos Indonesia (Persero) satu komplek dengan Gedung Sate Bandung (dokpri)

Baca entri selengkapnya »

Comments (15) »

Ketika Anak Saya Akrab dengan Transaski Non Tunai

Anak-anak muda jaman sekarang adalah generasi yang sangat beruntung. Mereka banyak menikmati kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi dengan aneka gadget dan aplikasi yang membuat hidup menjadi lebih mudah dan praktis. Termasuk diantaranya adalah kemajuan dalam hal transaksi non tunai.

Terus terang, untuk yang satu ini saya mengakui kalah beberapa langkah dibanding anak putri saya yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XII. Untuk banyak aktivitas, dia sudah mulai meninggalkan uang tunai.

Untuk berangkat-pulang sekolah di Depok, saat ini dia lebih banyak menggunakan ojek online, terutama Go-Jek, daripada naik angkot. Alat pembayaran yang dipakai adalah dengan melakukan top up dengan Go-Pay yang bisa disetor lewat ATM, mobile banking atau langsung kepada driver.

Dengan cara ini, dia tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai. Keuntungan lainnya, dia juga akan mendapatkan potongan sampai dengan 50 %. Kalau biasanya dengan angkot dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 12.000 untuk pulang pergi, maka dengan ojek online dia cukup mengeluarkan Rp 8.000. Go-Jek memang membedakan tarif pelanggan menjadi dua jenis, yaitu melalui Top Up dan Cash.

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Asa Yang Selalu Terpelihara

“Mah, aku mau cari pekerjaan lain saja!” keluh Agus kepada Masita pada suatu malam di rumah kontrakannya yang sempit di Citayam, Depok. Agus selalu memanggil Mah atau mamah pada Masita, istrinya, yang dinikahinya 9 tahun lalu dan telah memberinya dua anak, Ismail dan Hanum.

pos

Pak Pos (Gambar : bsn.go.id)

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »