Mandai, Kuliner Kulit Buah Cempedak Khas Balikpapan

Selama tiga hari libur Imlek yang lalu, saya bersama keluarga praktis lebih banyak tinggal di rumah. Hujan yang turun terus menerus selama lebih dari sepuluh hari terakhir ini dan udara yang cukup dingin, membuat kami malas keluar rumah.

Cempedak, buah, biji dan kuitnya, semuanya bisa dimakan (Foto : Pribadi)

Cempedak, buah, biji dan kuitnya, semuanya bisa dimakan

Untuk cemilan pada masa liburan tersebut, istri saya membuat cempedak goreng, buah cempedak dicampur adonan terigu dan diberi sedikit gula lalu digoreng. Sebenarnya dia tidak suka dengan aroma buah tersebut, tetapi karena saya dan tiga anak saya sangat menyukainya, dia dengan sukarela menyiapkan buat kami.

Di Depok, saat ini memang sedang musim panen buah cempedak.  Hampir di setiap warung yang menjual buah, cempedak juga akan tersedia.

Buah yang masuk dalam famili Moraceae ini, bentuk, rasa dan baunya seperti nangka, tetapi aromanya lebih tajam. Tanaman ini menyebar  hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Sambil menikmati manis dan hangatnya cempedak goreng, iseng-iseng saya mengunggah gambar buah cempedak di wall Faceebook saya. Saya tulis di wall tersebut, “Dingin-dingin gini, enak juga makan cempedak goreng.”

Tiba-tiba, saudara sepupu saya yang tinggal di Kalimantan Timur memberikan komentar pada gambar tersebut, “Kalau kulitnya lebih enak lagi lho Mas, disini kami biasa memasak kulit cempedak, kami menamainya Mandai.”

Terus terang saya agak kaget mendengar keterangan tersebut. Biasanya kami hanya mengolah buah dan bijinya saja, tetapi di Kalimantan Timur, termasuk di Balikpapan, ternyata kulitnya juga dimasak.

“Kalau begitu, nanti kalau saya kesana dimasakin ya, mau nyicipi masakan kulit buah cempedak”, bulan depan saya memang ada rencana pergi ke Balikpapan.

“Siap Mas, untuk sementara saya kirimi gambar Mandainya dulu ya”,  jawabnya.

***

Sambil menunggu kiriman gambar dari sepupu saya tersebut, saya coba googling soal Mandai di internet. Ternyata kuliner ini cukup terkenal di wilayah Kalimantan Timur, termasuk di Balikpapan. Cara membuat Mandai kelihatannya juga tidak begitu sulit, hanya membutuhkan proses waktu untuk mengolahnya selama beberapa hari.

Pertama-tama, kupas kulit luar buah cempedak yang telah diambil buah dan bijinya. Setelah itu, iris kulit tersebut menjadi potongan-potongan kecil, lalu rendam di air garam selama 2 sampai 3 hari. Setelah melalui proses fermentasi tersebut, kulit cempedak menjadi lunak dan mengeluarkan bau yang khas. Mandai tersebut siap diolah. Mandai siap olah ini juga banyak dijajakan di pinggir-pinggir jalan.

Penjual Mandai di pinggir jalan (Foto : http://kalsel.antaranews.com/berita/4932/mandai-dan-jaruk-ikon-kuliner)

Penjual Mandai di pinggir jalan (Foto : http://kalsel.antaranews.com)

Cara mengolah kulit cempedak ada berbagai macam, ada yang digoreng langsung, ada juga yang dimasak sayur oseng, dicampur dengan berbagai sayuran lainnya. Ini bentuk akhir olahan mandai yang sudah siap disantap.

Oseng-oseng Mandai (Foto : http://novemberlilyku.blogspot.com/2012/09/air-liur-melelehtak-dapat-ketagihowh.html)

Oseng-oseng Mandai (Foto : http://novemberlilyku.blogspot.com)

Rasa Mandai ini agak unik, agak sedikit masam dan asin. Kata saudara sepupu saya, Mandai ini paling enak makan dengan dengan nasi panas dan cocolan sambal.

Saya berharap, jika jadi pergi ke Balikpapan, saya nanti bisa mencicipi kuliner Mandai ini. Selain itu, saya juga berharap seorang saudara saya yang tinggal disana mengajak saya berkeliling menjelajahi sebagian bumi Kalimantan Timur.

Iklan

9 Tanggapan so far »

  1. 1

    abdi said,

    wowo…mantap…

  2. 3

    mirip seperti nangka ya gan

  3. 4

    rasa nbya gimana si gan , di daerah saya gak ada nih buah yg kaya gini mah

  4. 6

    mirip sekali dengan nangka ya gan

  5. 7

    terimakasih gan atas info nya salam

  6. 8

    ☺яåήԍ baik said,

    Jadi kangenbalikpapan,, setelah 14 th di sana nov 2014 sy harus tinggalkan krn mutasi kerja mengikuti suami..

  7. 9

    Faridah said,

    Salam semua.
    Saya penggemar mandai dari Malaysia. Dari kecil gemar makan mandai kerana nenek berasal dari Banjarmasin. Tadi baru saja saya buat mandai.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: