Ke Yogyakarta, Jangan Lupa Kunjungi Candi Boko

Alhamdulillah, pada Idul Fitri tahun 2012 ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya sekeluarga masih punya kesempatan untuk merayakan lebaran bersama keluarga besar istri di Yogyakarta. Selain bersilaturahmi, biasanya kami juga memanfaatkan waktu untuk mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di Yogyakarta.

Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di kota pelajar ini. Bagi istri dan anak-anak saya,  Malioboro adalah tempat paling favorit yang harus dikunjungi. Di jalan paling terkenal di kota Yogyakarta ini biasanya mereka membeli berbagai barang kerajinan dan batik pesanan teman dan sahabat mereka. Tempat favorit lainnya adalah Prambanan, Keraton, Parangtritis, Samas, Baron dan Kukup.

Pada lebaran kali ini, karena waktu yang sangat mepet, kami memutuskan hanya mengunjungi satu tempat wisata saja, yaitu Candi Boko. Terus terang, meskipun dekat kami belum pernah mengunjungi tempat ini. Kalau membaca tulisan dan gambar di internet, keindahan, kemegahan dan cerita yang ada di balik Candi Boko, kayaknya tidak kalah seru dengan Candi Prambanan atau Candi Borobudur.

Belum Begitu Dikenal

Di banding obyek-obyek wisata lain yang ada di Yogyakarta, Candi Boko sebagai tujuan wisata memang belum begitu dikenal. Jangankan mereka yang berasal dari luar Yogyakarta, saudara-saudara saya yang tinggal di Yogyakarta saja banyak yang belum mengetahui dimana persisnya letak Candi Boko.

Gerbang Candi Boko

Padahal komplek candi ini sebenarnya sangat mudah dicari dan akses jalannya juga bagus dan mulus, letaknya juga hanya 3 km sebelah selatan Candi Prambanan yang sangat terkenal itu.

Sebuah sekolah SMP negeri tempat anak-anak saya bersekolah di Depok Jawa Barat, setiap tahunnya selalu melakukan kunjungan wisata ke Yogyakarta. Mereka punya daftar tempat yang wajib dikunjungi selama berada di Yogyakarta, antara lain Candi Prambanan, Borobudur, Malioboro dan Keraton Yogyakarta. Hingga saat ini, Candi Boko belum pernah masuk dalam daftar wajib tempat yang harus dikunjungi.

Di masa depan, PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko, yang diberi kewenangan untuk mengelola candi ini, kayaknya perlu bekerja lebih keras untuk mempromosikan Candi Boko agar lebih dikenal di kalangan masyarakat luas, paling tidak menjadi sejajar dengan Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

Potensi Wisata Candi Boko

Memasuki kawasan Candi Boko saya seperti masuk ke dalam sebuah kawasan yang lain daripada yang lain. Letaknya yang berada di sebuah bukit yang cukup tinggi, bentuk bangunannya yang lain dari pakem bentuk candi yang selama ini kita kenal dan tempatnya yang sunyi sangat cocok untuk berkontemplasi adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Candi Boko dan tidak dimiliki oleh candi-candi yang lain.

Di jaman ini, membangun bangunan yang besar di atas bukit mungkin tidak terlalu sulit, peralatan rancang bangun yang sangat modern sangat memudahkan melakukan semua pekerjaan tersebut. Tetapi 13 abad lalu, ketika candi ini dibangun pada masaWangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu), apakah juga banyak keajaiban yang terjadi sebagaimana halnya dengan pembangunan Candi Prambanan yang diperkirakan juga dilakukan dalam kurun waktu yang bersamaan. Para ahli sejarah, sampai sekarang belum bisa tuntas menjawabnya, kecuali jawaban-jawaban yang sifatnya setengah legenda dan mitos seperti cerita Loro Jonggrang pada pembangunan Candi Prambanan.

Menurut situs Wikipedia Candi Boko sebenarnya bukanlah sebuah candi atau bangunan yang diperuntukkan untuk kegiatan keagamaan. Komplek ini diperkirakan lebih merupakan sebuah komplek keraton lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga benteng dan parit kering untuk keperluan pertahanan.

Sunrise dan Sunset di Candi Boko

Saat yang paling tepat untuk mengunjungi kawasan Candi Boko adalah saat pagi ketika matahari terbit atau sore hari menjelang matahari terbenam. Di pagi hari, kita bisa menyaksikan sinar matahari pagi yang lembut menerobos bangunan dan gerbang-gerbang candi tersebut, kita seolah-olah dibawa ke suasana mistis dan kemegahan sebuah komplek keraton di abad ke-8 masehi.

Jika kita mengunjungi candi ini pada sore hari, kita juga akan dapat menyaksikan kelembutan sinar matahari serupa dari sisi barat.

Dari restoran dan ruang terbuka Plaza Andrawina yang berada di bagian luar candi ini, kita juga akan dapat menyaksikan kemegahan Candi Prambanan, Gunung Merapi yang penuh misteri dan gemerlapnya kota Yogyakarta menjelang terbenamnya matahari.

Wisata Malam Hari

Saat itu kami masuk ke komplek candi sekitar jam 17.30, pengunjung sudah mulai sepi karena memang jam kunjungan dibatasi sampai jam 18.00. Pada jam tersebut komplek candi berubah menjadi gelap karena penerangan listrik cukup minim. Kalau saja komplek candi ini jam bukanya diundur lebih malam sedikit, kami sebenarnya masih ingin berlama-lama disini.

Mungkin manajemen PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko perlu juga memikirkan kemungkinan membuka wisata malam di komplek ini, paling tidak pada hari atau tanggal-tanggal tertentu seperti pada lebaran kali ini.

Bagaimana pun kami cukup menikmati kunjungan wisata ke Candi Boko yang amat singkat ini. Mudah-mudahan di waktu yang akan datang, kami masih punya kesempatan untuk mengunjungi candi ini dalam durasi waktu yang lebih lama.

Tulisan ini aslinya dimuat di Kompasiana dan mendapat juara harapan pada lomba Penulisan Jurnalistik Ratu Boko.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: