Semarak Lebaran & Pabrik Tahu Lik Suprih

Kampung saya, Desa Manggong,  Kecamatan Ngadirejo, adalah salah satu sentra penghasil tahu terbaik di Kabupaten Temanggung. Industri  tahu di desa yang terletak di lereng Gunung Sindoro tersebut usianya sudah lebih dari setengah abad.

Pabrik tahu Lik Suprih

Salah satu pabrik tahu tertua yang sampai sekarang masih eksis adalah pabrik tahu yang dikelola olehLik Suprih, panggilan akrab Ibu Suprih. Bersama suaminya, Rugiyo,  yang telah meninggal 5 tahun lalu, Lik Suprih merintis usaha pabrik tahunya dari nol.

Semula, ia bersama suaminya bekerja sebagai buruh di sebuah toko sembako milik seorang pribumi yang paling kaya di kampung saya. Selama bertahun-tahun, mereka menjalani pekerjaan tersebut dengan tekun, namun penghasilannya dirasa sangat kecil dan tidak pernah bisa menutupi pengeluaran rumah tangga mereka. Padahal  kebutuhan hidup mereka kian hari kian besar seiring dengan semakin membesarnya anak-anak mereka.

Dengan tekad yang kuat, pasangan tersebut memberanikan diri keluar dari pekerjaan sebagai buruh di toko majikannya dan kemudian memulai usaha sendiri yaitu membuat usaha tahu.

Merintis usaha sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi waktu itu di kampung saya juga sudah berdiri beberapa pabrik tahu yang cukup besar dan mempunyai banyak pelanggan. Dua diantaranya adalah pabrik tahu milik keluarga Sumo dan keluarga Mul.

Selama bertahun-tahun, usaha tahunya semuanya dikerjakan sendiri. Pekerjaan dari membeli kedelai, memanggul, merendam, membersihkan, menggiling kedelai menjadi menjadi bahan baku, lalu mencetak, mengiris dan menggoreng tahu hingga matang dan kemudian membawanya ke pasar dilakukan oleh sang suami. Saking suntuknya bekerja, seringkali sang suami tampak dekil, karena sering tidak sempat mandi atau berganti baju.

Sementara untuk urusan penjualan, mulai dari menata dagangan, menawarkan membungkus sampai menutup warungnya semuanya langsung ditangani oleh Lik Suprih sendiri.

Di awal-awal usahanya, seringkali tahu yang mereka produksi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan sehingga tidak bisa dijual di pasar. Kalau sudah begini, tahu-tahu tersebut terpaksa harus dibuang, artinya modal ikut terbuang juga. Di waktu lain, tahu-tahu mereka tidak laku di jual di pasar karena hari hujan sehingga  orang lebih suka tinggal di rumah dan tidak berbelanja ke pasar.

Berbagai kesulitan tersebut tidak membuat mereka menjadi putus asa. Semua dilakoninya dengan penuh ketekunan dan kesabaran. Hingga pada akhirnya, pabrik tahu mereka mulai dikenal dengan tahu yang teksturnya lembut dan rasanya gurih sehingga disukai banyak orang.

Pabrik ini kemudian mulai merekrut  beberapa penduduk kampung setempat. Beberapa pekerjaan yang semula ditangani sendiri, kini mulai dikerjakan tenaga buruh tersebut. Saat ini jumlah buruh yang bekerja pada pabrik tahu Lik Suprih ada 10 orang. Para buruh tersebut cukup senang bekerja di pabrik tahu tersebut karena upahnya lebih tinggi daripada upah buruh tani setempat.

Untuk mempercepat proses produksi, sejak beberapa tahun lalu, pabrik tahu itu juga memodernisir diri dengan membeli mesin giling kedelai. Dengan mesin ini, gilingan kedelai menjadi lebih halus dan hasilnya menjadi  lebih banyak.

Untuk pemasarannya, disamping dijual sendiri di pasar Ngadirejo, tahu produk Lik Surpih juga diambil oleh beberapa pedagang dari luar daerah. Pemasaran produk tahu Lik Surpih saat ini meliputi wilayah Kecamatan Jumo, Candiroto, Tretep dan tentu saja Ngadirejo sendiri.

Saat ini pabrik tahu Lik Suprih merupakan pabrik tahu terbesar di kampung saya. Beberapa pabrik tahu besar lain seperti milik Pak Sumo dan Pak Mul saat ini sudah tidak berproduksi lagi. Pemilik pabrik tersebut sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu dan tidak ada lagi yang meneruskan usahanya.

Lik Suprih sendiri kini sudah berusia cukup tua, sekitar 70 tahun. Secara ekonomi, Lik Suprih juga sudah cukup mapan. Sebagai seorang islam, Lik Suprih juga telah menyempurnakan kewajiban rukun islam yang kelima, beribadah haji ke tanah suci.

Usaha pabrik tahunya insyaallah akan terus dilanjutkan beberapa anaknya. Mereka sejak awal memang telah disiapkan untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha tahu keluarga tersebut

***

Ramadhan dan lebaran tahun ini adalah termasuk saat yang paling istimewa bagi pabrik tahu Lik Suprih. Permintaan akan tahu selama sebulan ini meningkat lebih dari dua kali lipat. Kalau pada bulan-bulan lain, pabrik hanya mengolah maksimal 2 kuintal kedelai setiap harinya, maka selama Ramadhan dan lebaran ini, pabrik tahu tersebut seharinya bisa mengolah sampai  5 kuintal kedelai. Kalau pada bulan-bulan biasa, Lik Suprih bisa mengantongi laba sekitar 250 ribu rupiah per hari, maka selama Ramadhan dan Idul Fitri ini, dia bisa mengantongi laba sampai 600 ribu rupiah per harinya.

Tahu Lik Suprih yang gurih dan lezat

Selama bulan Ramadhan, setiap malam di masjid-masjid kampung saya selalu disemarakkan dengan kegiatan tadarus Alquran. Salah satu menu wajib dalam kegiatan tadarus tersebut adalah tahu asin, tahu yang dicelupkan di air garam dan langsung dimakan dengan cabe rawit.

Pada setiap lebaran, hampir semua perantau selalu mudik dan merayakan hari raya bersama keluarga besar di kampung saya. Salah satu makanan yang menjadi klangenan mereka adalah tahu, yang bisa diolah dengan berbagai variasi. Ada yang langsung dimakan sebagai tahu asin, dibuat sambal goreng atau dimasak empis-empis, masakan tahu, tempe atau daging dengan bumbu dominan cabe hijau atau rawit, yang rasa pedasnya cukup menyentak.

Kebetulan juga, Ramadhan dan lebaran kali ini  bersamaan dengan datangnya musim panen tembakau yang kualitas dan harganya cukup bagus. Harga tembakau yang bagus,  ditambah kiriman uang dari para perantau, membuat peredaran uang di kampung saya meningkat cukup besar.

Keadaan ini mampu menggairahkan berbagai aktivitas ekonomi dan sosial di masyarakat, termasuk termasuk di dalamnya adalah kegairahan dalam menyambut dan merayakan lebaran.

Alhamdulillah, tahun ini saya sekeluarga sangat bersyukur masih diberi kesempatan untuk mudik dan bisa menjadi bagian dari kesemarakan lebaran 1432 H di kampung.

*) Tulisan ini aslinya dimuat di temanhattarajasa.com, alhamdulillah terpilih sebagai 15 tulisan terbaik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: