Pohon Raksasa Mengepung Kampus UI

Pohon raksasa di dekat gedung Rektorat UI

Ada pemandangan baru di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok sejak 12 Nopember 2010 lalu. 5 buah pohon raksasa tiba-tiba tumbuh di sekitar gedung rektorat UI, ada yang berdiameter 3,5 meter dan beratnya mencapai 50 hingga 60 ton, ada juga yang berdiameter 4,5 meter dengan berat 80 hingga 120 ton. Tingginya menjulang sampai 30 meter. Untuk memeluk satu pohon dibutuhkan 8 sampai 10 orang.

Pohon-pohon tersebut memang baru dipindahkan dari tempat asalnya di lahan Kantor Regional I PT Sang Hyang Seri Sukamandi, Ciasem, Subang, Jawa Barat, dan dari lokasi kebun tebu PT PG Rajawali II di Desa Manyingsal, Cipunagara, Subang, Jawa Barat. Pihak UI berencana menanam 10 pohon sejenis di kampus tersebut.

Untuk mencabut satu pohon butuh mobil crane berkekuatan 60 ton lebih dan untuk mengangkutnya  dibutuhkan truk kontainer berkapasitas 80 ton. Dalam perjalanan pun pihak pengangkut harus selalu mengukur jalan, terutama pada saat truk melewati tikungan. Jika tidak pas, bisa berbahaya bagi truk pembawa pohon. Untuk pemindahan tersebut, UI melibatkan PT Waskita Karya.

Prosesi pemindahan pohon dari Subang (detikFoto/Devie Rahmawati)

Pohon raksasa siap diangkut ke kampus UI (detikFoto/Devie Rahmawati)

Pohon raksasa siap ditanam di kampus UI (tribunnews.com)

Pohon-pohon raksasa tersebut berusia sekitar 160 tahun, ditanam oleh orang-orang Belanda saat membuka perkebunan tebu di daerah Subang. Bahkan ada dugaan terdapat pohon yang sudah berusia 700 tahun yang diperkirakan merupakan peninggalan penduduk setempat memperoleh bibit yang dibawa oleh para pedagang dari Timur Tengah.

Dari berbagai literatur, pohon raksasa ini dikenal dengan sebutan Baobab, asalnya dari dataran Afrika Selatan, nama ilmiah pohon tersebut adalah Adansoia Digitata. Warga Kabupaten Subang menyebut pohon ini dengan sebutan Ki Tamblek dan selalu dikaitkan dengan sesuatu yang mistis dan menyeramkan.

Di balik kisah di atas, dari berbagai studi ilmiah, pohon ini sebenarnya menyimpan potensi manfaat yang yang luar biasa. Daunnya lezat untuk dijadikan lalapan, mirip daun kemangi yang biasa digunakan makan pecel lele. Buahnya juga lezat menyerupai cempedak.  Kandungan vitamin C-nya enam kali lebih banyak dari jeruk. Potassium enam kali lebih banyak dari pisang, kalsiumnya dua kali lebih tinggi dari susu. Begitu pula zat besi, antioksidan dan magnesiumnya sangat banyak.

Inilah salah satu alasan yang mendasari dipindahkannya pohon-pohon tersebut ke kampus UI, “Kita ingin pohon ini menjadi magnet baru. Kampus UI tak hanya dikenal sebagai kampus riset. Tapi juga kampus yang melakukan konservasi pohon tua,” ungkap Rektor UI, Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri.

Dengan ditanam di lokasi kampus yang mudah diakses masyarakat luas, Rektor UI berharap masyarakat menjadi kenal, mau mengembangbiakkan dan menjadikannya sebagai tanaman produktif, serta tidak menjadikannya sebagai tanaman keramat.

Daun pohon raksasa mulai menghijau

Harus ada nilai lebih

Kini, pohon-pohon tersebut sepertinya sedang menikmati dunianya yang baru dan mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Daunnya yang kecil-kecil mulai tumbuh memenuhi batang dan dahan. Raksasa-raksasa ini semakin menambah khazanah pepohonan di lingkungan kampus yang suasananya hijaunya sangat kental.

Mudah-mudahan di lokasinya yang baru di kampus UI, keberadaan pohon ini tidak hanya menjadi pajangan untuk menambah keindahan kampus saja, tetapi juga dapat “dibedah” sedemikian rupa secara ilmiah sehingga dapat menghasilkan misalnya sumber baru dalam bidang pangan, gizi, obat-obatan dan lain-lainnya.

Kalau hal tersebut bisa diwujudkan, maka keberadaan pohon-pohon raksasa tersebut baru punya nilai lebih dan manfaatnya akan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Hasim said,

    Bagaimana keadaan 5 buah pohon raksasa tersebut sekarang Pak? Apakah mereka sehat-sehat saja? Apa nggak takut kualat yang mindahin? 🙂

    kunjungi pula artikelku ya Pak. Ini tentang tempat tujuan wisata di daerahku.
    http://novenrique.blogspot.com/2011/04/yang-tertinggal-di-labuhan-jukung.html

    ::> Hasim
    Alhamdulillah tumbuh dengan baik. Mudah2an tidak takut, insyaallah tujuannya baik. Ok segera meluncur TKP

  2. 2

    Nugrah said,

    GO GREEN


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: