Kampungku Terus Berbenah

Tahun 2006, saya sekeluarga membeli sebuah rumah kecil di sebuah kampung di kawasan Jembatan Serong, Cipayung, Depok. Pada waktu itu akses jalan dari stasiun dan terminal Depok ke rumah kami masih sangat jelek. Jika musim penghujan tiba, jalanan berubah menjadi kubangan yang bisa digunakan sebagai kolam ikan. Sebaliknya, jika musim kemarau tiba, jalanan berubah menjadi sungai kering. Jika kita tidak hati-hati berkendara, kita bisa terjungkal di jalanan tersebut. Selain itu, debu juga beterbangan kemana-mana.

Jalan di kampung kami sudah dibeton

Sekarang, alhamdulillah keadaannya sudah lebih baik. Sebagian besar jalan sudah dibeton rapi. Di beberapa tempat memang masih belum dibeton, tetapi kondisi aspal jalan relatif terawat. Untuk masalah ini, kita harus mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Depok yang, menurut saya pribadi, cukup serius melakukan perbaikan jalan.

Selain itu, dulu di sepanjang pinggir sungai di kampung saya, Kali Baru,  berdiri banyak bangunan liar yang difungsikan sebagai warung dan rumah tinggal. Bangunan-bangunan tersebut juga dilengkapi dengan bangunan WC di bagian belakang dan menjorok ke badan sungai. Sungai ini membentang dan mengalirkan air dari Bogor hingga ke Kali Krukut dan bertemu dengan sungai Ciliwung.

Pemandangan sungai sebelum ditata

Pemandangan di pinggir sungai tersebut sungguh tidak elok, lingkungan selalu terlihat kotor dan kumuh. Apalagi jika musim kemarau tiba, Sampah dan limbah rumah tangga lainnya menjadi pemandangan yang sangat biasa. Soal bau, duh luar biasa busuknya.

Saat ini wajah pinggir sungai sudah berubah. Ini dimulai pada tahun 2009 lalu, ketika Pemerintah Kota Depok dibantu warga sekitar, berhasil meyakinkan para pemilik untuk membongkar bangunan mereka  karena berdiri bukan di tanah milik mereka. Tanpa hambatan berarti, para pemilik bersedia membongkar sendiri bangunan mereka masing-masing dan kemudian pindah ke tempat lain.

Pemandangan sungai setelah ditata

Area bekas bangunan liar tersebut kini berubah menjadi sebuah kawasan hijau (green area). Hamparan rumput yang tertata rapi ditanam di lahan tersebut, di atasnya ditanami berbagai jenis pohon untuk penghijauan.

Sekedar informasi, kampung tersebut dulu merupakan kawasan hijau yang ditumbuhi dengan berbagai jenis pepohonan dan buah-buahan. Sampai sekarang, sisa-sisa pohon yang menjulang tinggi dan berumur cukup tua masih terdapat di beberapa tempat. Penanaman pohon-pohon tersebut merupakan salah satu usaha untuk menghijaukan kembali kampung kami.

Jogging track di kampung kami

Yang lebih asyik, kini tepat di pinggir sungai tersebut  dibangun jogging track sepanjang lebih dari setengah kilometer. Setiap pagi, banyak warga yang memanfaatkan area ini untuk berlari-lari atau sekedar jalan kaki. Di area ini pula, para warga bisa bertemu dan berinteraksi setiap saat.

Terus terang, dulu saya agak malu dengan kondisi kampung tempat saya tinggal. Setiap kali ada kawan atau keluarga dari luar kota datang, mereka selalu akan bertanya  mengapa saya memilih tinggal di kampung tersebut dan tidak memilih kampung lain yang lebih layak untuk dihuni. Sudah jaraknya jauh dari kota, akses jalan jelek dan kampungnya kumuh lagi.

Kerja bakti pembuatan pagar taman

Kini saya cukup berbangga, setiap kali ada kawan atau keluarga datang, mereka akan selalu berkata, “Kelihatannya enak ya tinggal di sini. Fasilitas jalan bagus, lingkungan segar dan hijau, dekat dengan sekolah dan tempat ibadah, akses transportasi juga lancar !”

Ya, jika semua tertata dengan rapi dan baik, sebenarnya sangat nikmat tinggal di kampung. Untuk mewujudkannya sebenarnya bukan sesuatu yang sulit. Syaratnya adalah semua warga harus punya kepedulian dan mau berpartisipasi untuk  membenahi kampung masing-masing. Yuk terus benahi kampung kita !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: