Jangan Anggap Remeh Soal Toilet

Bagi sebagian besar orang, toilet adalah identik dengan barang-barang kotor dan berbau yang hanya berkaitan dengan urusan buang hajat saja. Tetapi bagi Kepala Museum Prangko Indonesia (MUPI), Salastri Sugiharti dan jajarannya, toilet justru bisa  membawa harum nama museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 29 September 1983 ini.

Kepala MUPI (no 6 dari kiri) menerima penghargaan

“Bau” harum tersebut didapat MUPI setelah berhasil meraih peringkat ke-4 dalam Penghargaan Sapta Pesona (Toilet Umum Bersih) Museum yang diselenggarakan oleh Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (Ditjen PDP) Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menbudpar, Jero Wacik, pada tanggal 27 September 2010 di Gedung Sapta Pesona Jakarta.

Bagi Kantor Kemenbudpar, toilet dalam dunia pariwisata merupakan impresi pertama bagi para wisatawan. “Sebuah penelitian menyebutkan, 70 persen penumpang pesawat terbang langsung menuju toilet begitu pesawat yang ditumpangi mendarat di airport. Karena itu, betapa bahayanya jika bandara mempunyai toilet yang jorok dan bau,” demikian sambutan  Jero Wacik pada acara tersebut.

Saking concern-nya mengurus kebersihan toilet, Jero Wacik bahkan menobatkan sang istri, Triesna Wacik, untuk menjadi Miss Toilet yang menjadi duta toilet bersih ke seluruh Indonesia. “Saya menugaskan kepada istri saya kalau ke daerah untuk mengecek toilet-toiletnya dan beri penghargaan bagi yang sudah baik,” katanya.

Penghargaan Toilet Umum Bersih Museum tahun ini adalah yang pertama kali diberikan untuk museum dan merupakan  tindak lanjut dari Penghargaan Toilet Umum Bersih Bandara yang telah diselenggarakan pada 2009 lalu.

Pada tahun ini, sebanyak 275 museum disurati panitia untuk ikut serta dalam lomba tersebut. Dari jumlah tersebut, 153 museum, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, mengambil bagian dalam lomba. Untuk kategori museum negeri, peringkat ke-1 diraih oleh Museum Gunung Api Batur, Kintamani Bali. Sedangkan untuk kategori swasta diraih oleh  Museum Internasional Wild Life, Medan.

Untuk penghargaan ini kita harus memberikan apresiasi kepada jajaran MUPI yang telah bersungguh-sungguh mengelola MUPI – termasuk merawat toilet – dan berusaha menjadikan MUPI sebagai salah satu destinasi utama para wisatawan yang berkunjung ke TMII.

Yang lebih membanggakan, sebenarnya toilet di MUPI bukanlah bangunan baru, tetapi toilet yang dibangun bersamaan dengan dibangunnya museum tersebut, sekitar 27 tahun lalu. Tetapi karena selalu dirawat dan dibersihkan, toilet tersebut kelihatan sangat nyaman untuk digunakan.

Sebenarnya tidak hanya toilet saja bisa membawa nama harum perusahaan, kita masih punya banyak potensi lain yang bisa digarap untuk mengharumkan perusahaan yang kita cintai ini. Kalau toilet saja bisa, yang lain insyaallah lebih bisa lagi.

Mari kita semua bergandeng tangan untuk mewujudkannya !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: