Sebuah Lorong Bernama Harmoni

Ada sebuah lorong istimewa di kantor saya di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Lorong tersebut sebenarnya lorong biasa saja, bukan lorong utama dan juga bukan lorong yang paling dekat ke ruangan saya, tetapi hampir setiap hari  saya selalu ingin melewatinya.

Gambar 1. Lorong Harmoni

Yang istimewa dari lorong itu adalah pemandangan yang indah dan sangat menyejukkan hati tentang sebuah harmoni kehidupan masyarakat Indonesia yang telah tertegak berpuluh tahun lamanya. Kalau boleh memberi nama, saya ingin menyebut lorong itu dengan nama “Lorong Harmoni”.

Gambar 2. Harmoni dari Balik Jendela

Harmoni yang muncul dari balik jendela lorong tersebut adalah rerimbunan pohon yang menaungi bangunan masjid Istiqlal, yang berdampingan mesra dengan bangunan Katedral Jakarta, sekolah Santa Ursula dan Kantor Pos Jakarta Pusat, tempat saya mengais rejeki. Sayup-sayup di belakang bangunan-bangunan tersebut tersembul Tugu Monas (Monumen Nasional).

***

Masjid Istiqlal

Bangunan yang berada di pojok paling kanan dalam gambar no. 2 adalah bangunan masjid Istiqlal. Masjid negara yang merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia ini dirancang oleh  seorang arsitek beragama Kristen bernama F. Silaban. Pembangunan tiang pancang pertamanya dilakukan oleh Presiden I RI, Ir Soekarno, pada tanggal 24 Agustus 1961, kemudian diresmikan oleh Presiden II RI, Soeharto,  pada tanggal 22 Februari 1978. Tulisan lebih lengkap mengenai masjid ini dapat dibaca di sini.

Gambar 3. Masjid Istiqlal Jakarta

Bung Karno, Presiden RI waktu itu,  adalah orang yang memutuskan masjid berada di lokasi yang  sekarang ini, yaitu  di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834. Salah satu alasannya adalah karena di seberangnya telah berdiri tegak gereja Katedral Jakarta.

Dengan pembangunan masjid ini, salah seorang founding fathers negara kita itu ingin menunjukkan kepada dunia bahwa harmoni dan kerukunan umat beragama di Indonesia terpelihara dengan baik.

Katedral Jakarta

Bangunan gereja Katedral Jakarta pada gambar no. 2 menonjol dengan tiga menaranya yang menjulang,  telah berdiri jauh sebelum pembangunan masjid Istiqlal. Katedral ini pembangunannya dimulai pada tanggal 1 Nopember 1890. Tulisan resmi tentang Katedral Jakarta dapat dibaca di sini.

Gambar 4. Gereja Katedral Jakarta

Orang yang ditunjuk dan dipercaya untuk menjadi perencana dan arsitek pembangunan gereja ini adalah Pastor Antonius Dijkmans, S.J, seorang ahli bangunan yang pernah mengikuti kursus arsitektur gerejani di Violet-le-Duc di Paris, Perancis serta Cuypers di Belanda.

Gereja dengan gaya neo-gotik tersebut diresmikan pada tanggal 21 April 1901. Hingga kini, bangunan utama gereja tersebut masih berdiri dengan megah.

Santa Ursula

Bangunan lain pada gambar no 2 yang masih terlihat kokoh dan menonjol dengan gentingnya adalah bangunan komplek sekolah Santa Ursula. Usia sekolah saat ini lebih dari 151 tahun, lebih tua dari bangunan Katedral Jakarta yang berada di sampingnya. Laporan tentang 150 tahun kiprah Santa Ursula tahun 2009 lalu dapat dibaca di sini.

Gambar 5. Sekolah Santa Ursula Jakarta

Sekolah ini didirikan tahun 1859 oleh para suster Ursulin di Indonesia.  Sekolah Santa Ursula Jakarta ini saat ini menyelenggarakan pendidikan dari tingkat TK hingga SMA, dengan jumlah siswa seluruhnya sekitar  sekitar 5.000 anak.

Gedung Pos Ibukota

Bangunan yang berada di paling kiri pada gambar no. 2 adalah bangunan Gedung Pos Ibukota atau juga sering disebut sebagai Kantor Pos Jakarta Pusat, bangunan ini merupakan bangunan baru. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Suharto pada tanggal 31 Desember 1991.

Gambar 6. Kantor Pos Jakarta Pusat

Sebenarnya, kantor pos juga mempunyai bangunan lama yang juga masih terletak dalam komplek tersebut,  tepatnya berada di sebelah timur Sekolah Santa Ursula, tetapi dalam gambar di atas bangunan tersebut tidak terlihat.

Gambar 7. Kantor Pos Jakarta Pusat yang Lama

Bangunan kantor pos lama yang terletak di JI. Pos No.2, Jakarta Pusat, dirancang tahun 1913 oleh arsitek J. Van Hoytama ini. Cerita tentang gedung kantor pos lama ini antara lain dapat dibaca di sini. Bangunan ini pernah dijadikan sebagai gedung Filateli, tetapi saat ini gedung tersebut difungsikan sebagai kantor Admail, salah satu bidang usaha dari PT Pos Indonesia juga.

Tugu Monas

Di antara beberapa bangunan yang tampak pada gambar no. 2, Tugu Monas sebenarnya bangunan yang paling tinggi, tetapi karena letaknya yang paling jauh, bangunan ini kelihatan paling kecil di antara yang lain.

Tinggi Tugu Monas adalah 132 meter, pembangunannya dimulai pada tahun 1961 dan mulai dibuka untuk umum pada tahun 1975. Tugu ini diarsiteki oleh F. Silaban (juga perancang Masjid Istiqlal) dan R. M. Soedarsono, dengan konsultan Ir. Rooseno.

Gambar 8. Tugu Monas

Di puncak Tugu Monas terdapat cawan “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang terbuat dari perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Pada tahun 1995, menyambut perayaan setengah abad (50 tahun) kemerdekaan Indonesia, lembaran emas ini dilapis ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram lembaran emas. Cerita tentang Tugu Monas yang lebih lengkap dapat dibaca di sini.

***

Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta adalah simbol keagamaan dan spiritualitas bangsa Indonesia. Bangsa ini meyakini bahwa kehidupan tidak hanya berhenti di dunia ini saja (now), tetapi juga akan dipertanggungjawabkan kelak (here after).

Sekolah Santa Ursula adalah simbol pembinaan karakter bangsa  dan pendidikan generasi muda. Hanya melalui pembinaan karakter dan pendidikan yang baik bangsa ini akan melahirkan pemimpin dan rakyat yang bermartabat dan  disegani bangsa-bangsa lain.

Kantor Pos Jakarta Pusat adalah simbol dunia usaha dan birokrasi. Untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan hidup di dunia ini, setiap kita harus bekerja keras dan tentu saja harus didukung sebuah tata pemerintahan yang baik dan profesional.

Tugu Monas adalah simbol cita-cita yang tinggi dari bangsa ini dan simbol semangat yang selalu menyala untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Dan pohon-pohon hijau yang banyak tumbuh di sekitar bangunan-bangunan tersebut adalah simbol kelestarian alam yang harus selalu kita jaga bersama.

Sinergi antara dimensi keagamaan, pembinaan karakter & pendidikan generasi muda, dunia usaha yang sehat, tata kelola pemerintah yang baik & profesional dan lingkungan alam yang selalu dijaga kelestariannya adalah kunci untuk mewujudkan cita-cita mulia berdirinya negara kita tercinta ini.

Harmoni dan sinergi yang terlihat dari lorong sederhana ini, mudah-mudahan dapat memberi inspirasi kepada kita semua bahwa meskipun hari-hari ini, kita sering menjadi saksi atas berbagai peristiwa yang kerap menyesakkan dada – perilaku politik yang minus etika, perampokan, pembalakan liar, bencana alam, konflik horisontal dan lain sebagainya – kita tak akan pernah kehilangan tekad untuk mewujudkan sebuah Indonesia yang makmur, sejahtera dan tentu saja penuh warna.

Semoga !

*) alhamdulillah tulisan ini terpilih dalam 10 nominator terbaik dalam Pesta Blogger tahun 2010

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    […] A. Aljohan […]

    ::> 10 Nominator
    Alhamdulillah, ikut kepanggil, mudah2an lolos ke babak selanjutnya…

  2. 2

    indobrad said,

    wah mantap pak. unik sekali dari satu foto bisa keliatan harmoni sedekat itu 😀

    ::> indobrad
    Makasih, kebetulan itu makanan sehari-hari saya, sebetulnya banyak hal lain yang bisa digali lebih dalam hehe…


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: