Mandai, Kuliner Kulit Buah Cempedak Khas Balikpapan

Selama tiga hari libur Imlek yang lalu, saya bersama keluarga praktis lebih banyak tinggal di rumah. Hujan yang turun terus menerus selama lebih dari sepuluh hari terakhir ini dan udara yang cukup dingin, membuat kami malas keluar rumah.

Cempedak, buah, biji dan kuitnya, semuanya bisa dimakan (Foto : Pribadi)

Cempedak, buah, biji dan kuitnya, semuanya bisa dimakan

Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »

Sate Padang, Lain daripada yang Lain

Sewaktu berdinas di Sungai Penuh, Jambi, tahun 2003 dulu, seorang mitra kerja mengajak saya makan siang di rumah makan Sate Amir. Rumah makan yang menyediakan menu sate Padang tersebut sangat terkenal di kota yang terletak di kaki gunung Kerinci. Usaha tersebut sudah dijalankan selama berpuluh-puluh tahun dan pengelolanya sudah berganti generasi.

Siang itu, kami sengaja berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap ke rumah makan tersebut, kebetulan letaknya juga tidak terlalu jauh, sekaligus untuk mengistirahatkan dan mendinginkan mobil dinas Daihatsu Taruna yang sudah dikendarai selama beberapa hari tanpa henti di medan yang cukup berat.

Melihat jumlah pengunjung yang cukup banyak, saya yakin menu makanan dan minuman yang disajikan di rumah makan tersebut pasti lezat dan istimewa. Kalau tidak, mana mungkin mereka rela antri dan berdesak-desakkan hanya untuk bersantap siang. Apalagi jika melihat cara mereka menyantap sate yang telah terhidang di meja makan. Saya jadi tak sabar menunggunya. Baca entri selengkapnya »

Comments (2) »

Sekilas Tentang Madrasah Darul Ulum Zakariyya, Pesantrennya Almarhum Zainal Nurizky

Nun jauh disana di sebuah tempat di Negara Afrika Selatan, tepatnya di kawasanLenasia kira-kira 20 kilometer sebelah selatan kota Johannesburg, berdiri sebuah madrasah bernama Darul Ulum Zakariyya.

Beberapa hari ini nama madrasah ini sering disebut berkaitan dengan meninggalnya salah satu santrinya yang berasal dari Indonesia, Zainal Nurizky, yang kebetulan adalah putra dari mantan Pangab Wiranto. Dia meninggal dalam usia 23 tahun setelah menderita sakit selama beberapa hari dan langsung dimakamkan di tempat tersebut.

Banyak komentar di beberapa media online berkenaan dengan meninggalnya Zainal Nurizky tersebut. Dari mulai kenapa anak jendral kok tidak disekolahkan tetapi malah dimasukkan ke madrasah yang lulusannya “tidak” menjanjikan karier dan keduniaan. Terus kenapa juga dia memilih pesantren di Afrika Selatan, sebuah tempat yang hampir tidak pernah dibicarakan sebagai tempat untuk studi keislaman. Bukankah di Indonesia sendiri juga banyak pesantren semacam itu? Pertanyaan lain lagi, kenapa Pak Wiranto tidak meminta jenazah anaknya untuk dipulangkan ke Indonesia, sedangkan para jasad TKI saja biasanya dipulangkan? Apakah Pak Wiranto tidak sayang pada anak lelaki satu-satunya itu ?

Untuk masalah kenapa jenazah tidak dibawa pulang, Pak Wiranto telah memberikan penjelasan langsung.  Setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk dari sudut agama, kepraktisan dan lain-lainnya, beliau memutuskan bahwa jenazah Zainal Nurizky tetap dikuburkan di tempat dimana ia meninggal. Mudah-mudahan Allah SWT melapangkan kubur almarhum Zainal Nurizky dan menempatkannya di tempat yang mulia, Amin.

Untuk pertanyaan yang lainnya, saya yakin almarhum Zainal Nurizky punya alasan sendiri yang cukup kuat kenapa dia sampai memilih nyantri di madrasah tersebut dan tidak pada madrasah yang lain. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Segarnya Sop Ikan Kakap Merah

Sejak kira-kira tiga tahun lalu, ada rutinitas yang hampir selalu saya lakukan bersama istri di setiap akhir pekan, yaitu jalan-jalan ke pasar kaget di Jalan Tegar Beriman Cibinong atau lebih dikenal dengan nama Jalan Pemkab Cibinong. Kebetulan lokasi tersebut tidak jauh dari rumah saya di Depok.

Di pasar yang terbentang lebih dari 1 kilometer dan hanya digelar pada hari Minggu mulai jam 6 pagi hingga jam 1 siang tersebut dijual beraneka barang dan kebutuhan sehari-hari, mulai dari pakaian, alat-alat rumah tangga, perangkat komputer, buku, anti gores ponsel, furnitur, barang-barang kerajinan hingga buah dan sayur-sayuran. Apa yang lu minta, gua ada alias palugada.

Barang yang paling sering di beli oleh istri saya di pasar ini adalah barang-barang untuk keperluan anak-anak, semisal sepatu, tas, pakaian dalam atau peralatan sekolah lainnya. Sementara saya  lebih suka berburu buku dan majalah bekas. Kadang-kadang dengan uang 100 ribu rupiah, saya bisa mendapatkan sekarung buku, banyak yang bekas tetapi ada juga yang masih baru dan terbungkus plastik. Kalau pas tanggal tua, kami kadang-kadang hanya jalan-jalan saja, untuk sekedar cari keringat dan menggerakkan badan.

Berburu kuliner

Tetapi ada satu aktivitas yang tak pernah kami lewatkan pada acara jalan-jalan tersebut dan ini justru merupakan agenda yang paling menarik yaitu berburu kuliner. Setelah capek jalan dari ujung ke ujung yang jaraknya lebih dari dua kilometer, rutinitas kami tersebut biasanya diakhiri dengan mencari makan.

Di sepanjang jalan tersebut banyak dibuka warung-warung tenda dan rumah makan yang menyediakan berbagai jenis makanan, ada ketoprak, pempek, masakan Padang, bakso, gudeg, soto, coto Makasar, siomay, bebek goreng,  ayam bakar dan lain sebagainya.  Kayaknya kami pernah mencicipi semua jenis makanan yang dijual di sekitar pasar tersebut. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Lezatnya Ikan Bandeng Bakar

Bulan Juli tahun 2012 lalu, seorang teman yang tinggal di Tegal, Jawa Tengah, mengundang saya dan beberapa teman semasa SMA di Yogya dulu untuk berkumpul di rumahnya.  Sejak lulus SMA tahun 1986 kami hampir tidak pernah bertemu lagi, masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Pertemuan tersebut merupakan reuni kecil-kecilan.

Sejak awal, saya dan istri, yang kebetulan juga satu SMA,  sangat antusias menerima undangan tersebut. Dengan penuh semangat, kami berdua berangkat naik kereta api dari Depok dan turun di stasiun Brebes. Di stasiun Brebes, seorang teman menyambut hangat kedatangan kami berdua.

Alhamdulillah pada kesempatan tersebut bisa terkumpul 8 orang teman plus keluarganya. Segala macam cerita dari mulai cinta monyet, persaingan memperebutkan rangking, kebiasaaan menyontek, kuliah hingga perjalanan hidup masing-masing kami menjadi bahan cerita utama. Seru sekali, semua kejadian yang terjadi puluhan tahun silam sepertinya baru terjadi kemarin sore.

Sebagai penutup dari pertemuan tersebut, teman saya, sang sahibul bait, mengajak semua yang hadir berkeliling di tambak bandengnya yang cukup luas dan terbentang di pesisir pantai utara Jawa. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Embung Kledung untuk Air dan Kehidupan yang Lebih Baik

Wilayah rawan kekeringan  

Temanggung selama ini dikenal sebagai kawasan yang sangat subur dan berhawa sejuk. Sejauh-jauh kita memandang, mata kita akan dimanjakan dengan berbagai pemandangan hijau yang indah dan menyejukkan mata.

Di luar itu, belum banyak orang yang tahu bahwa setiap kali musim kemarau tiba Temanggung juga mempunyai  banyak wilayah yang rawan dengan kekeringan. Dari seluruh kecamatan di Temanggung yang jumlahnya 20,  14 di antaranya rawan dengan ancaman tersebut. Bahkan, dari tahun ke tahun bahaya kekeringan tersebut semakin parah seiring terjadinya penggundulan hutan dan eksploitasi tanah yang berlebihan di lereng-lereng Gunung Sindoro dan Sumbing.

Saat musim kemarau tiba, yang biasanya jatuh antara Mei sampai September, banyak penduduk di 14 kecamatan tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air untuk keperluan mereka sehari-hari seperti untuk mandi, masak atau mencuci. Untuk mendapatkan seember air, kadang mereka harus rela melakukan perjalanan yang cukup jauh ke sumber-sumber air yang masih ada. Baca entri selengkapnya »

Comments (1) »

Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (gambar :republika.co.id)

Saya akan memulai pekerjaan saya sebagai ketua KPK dengan mengucap bismillah. Saya akan menjadikan tugas saya ini sebagai salah satu bentuk pengabdian pada Tuhan, saya harus total menjalaninya.

Niat saya harus lurus sejak awal, saya tidak akan menggunakan jabatan ini untuk mencari popularitas atau menjadi batu loncatan untuk meraih jabatan yang lebih tinggi. Lewat KPK, saya hanya ingin agar negeri ini bisa berdiri tegak sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.

Saya tidak akan mengumbar banyak janji kepada publik karena pekerjaan di KPK sebagian besar bersifat rahasia dan tak elok jika banyak dibuka.  Ekspos baru akan saya lakukan jika kasus-kasus yang ditangani KPK petanya sudah jelas dan bukti yang lengkap.

Sebagai pimpinan sebuah lembaga yang bersifat kolektif, saya juga harus berbagi tugas dengan para wakil saya, tugas masing-masing harus jelas dan fokus.

Saya juga merasa perlu untuk merekrut banyak penyidik yang mempunyai kualifikasi keahlian di bidang teknologi informasi, ekonomi, hubungan internasional, kesehatan dan lain-lainnya. KPK harus mampu  mengimbangi modus korupsi yang kian hari kian canggih dan perlu pendekatan multi dimensi.

Tak mau tebang pilih

Terakhir, sebagai ketua KPK saya tidak akan melakukan tebang pilih. Saya tidak akan gagap menangani berbagai kasus yang melibatkan orang-orang penting di negeri ini. Bagi saya, hal ini merupakan tantangan dan ujian terbesar bagi integritas saya. Apakah saya pantas menjadi seorang ketua KPK atau tidak.

LombaBlogKPK: http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/510/Akhmad%20Aljohan.html

Comments (2) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.